Sukses

10 Serial Star Wars Terbaik, Mana Favoritmu?

Untuk merayakan perilisan The Acolyte, berikut beberapa serial Star Wars terbaik saat ini menurut peringkat.

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum Disney+ diluncurkan pada tahun 2019, dunia televisi belum pernah melihat serial live-action Star Wars. Sebagai gantinya, hanya ada beberapa serial animasi yang telah mengisi layar.

Serial kartun Star Wars pertama pada tahun 80-an, yang dikenal sebagai Droid dan Ewok, hampir tidak memiliki kesamaan dengan film-film aslinya.

Namun, beberapa dekade kemudian, munculnya Star Wars: The Clone Wars menjadi tonggak baru dalam kebangkitan franchise animasi Star Wars. Ini membuka jalan bagi serial The Mandalorian dan berbagai pertunjukan live-action lainnya yang mengikuti.

Untuk merayakan perilisan The Acolyte, berikut beberapa serial Star Wars terbaik saat ini menurut peringkat, seperti dilansir dari Digital Trends, Kamis (6/6/2024).

10. The Book of Boba Fett

Setelah penampilan keren Boba Fett di musim kedua serial The Mandalorian, penggemar tak sabar menantikan The Book of Boba Fett untuk mengejar janji yang terlihat di adegan post-credit ketika Boba (diperankan oleh Temuera Morrison) dan Fennec Shand (diperankan oleh Ming-Na Wen) mengambil alih istana Jabba dengan gaya.

Morrison dan Wen memang aktor hebat, tetapi permasalahan utama serial ini adalah karakter mereka terasa kurang kuat dibandingkan dengan penampilan mereka di The Mandalorian.

Episode 5 dan 6 menjadi sorotan para penonton, ketika karakter Mandalorian yang diperankan oleh Pedro Pascal mengambil alih perhatian dari Boba.

Namun, akhirnya, penggemar cukup puas dengan aksi keseluruhan Boba Fett dalam serial ini.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 10 halaman

9. Star Wars Resistance

Star Wars Resistance berusaha mengikuti jejak Star Wars: The Clone Wars dengan menjelajahi era prekuelnya. Bahkan, Oscar Isaac membuat penampilan tamu dalam beberapa episode sebagai Poe Dameron.

Namun, daripada memusatkan perhatian pada karakter-karakter utama dari film-filmnya, serial animasi ini mengikuti perjalanan Kazuda “Kaz” Xiono (diperankan oleh Christopher Sean), seorang pilot berbakat dari New Republic yang menjadi mata-mata untuk Resistance.

Meskipun Kaz memiliki momen yang menarik, dia bisa dibilang salah satu pahlawan paling tidak terampil di dunia Star Wars. Karena keterkaitannya dengan jadwal rilis film-filmnya, interaksi Resistance dengan cerita utamanya sangat terbatas.

Beberapa episode terbaik dari Resistance menyoroti bagaimana Kaz bereaksi terhadap kehancuran planet asalnya dalam film The Force Awakens, atau perasaan pengkhianatan yang dialami oleh temannya, Tam Ryvora (diperankan oleh Suzie McGrath), saat mengetahui bahwa Kaz adalah seorang mata-mata.

Namun, Resistance kesulitan mempertahankan momentum naratifnya untuk jangka panjang, dan akhirnya berakhir hanya dengan dua musim saja.

 

3 dari 10 halaman

8. Obi-Wan Kenobi

Serial Obi-Wan Kenobi terasa seperti sebuah film epik yang diperpanjang menjadi enam jam.

Bagian-bagian dari serial ini memang luar biasa, terutama ketika Obi-Wan (diperankan oleh Ewan McGregor) terpuruk dan putus asa di Tatooine, menolak untuk membantu sesama Jedi yang dalam pelarian.

Puncaknya adalah saat karakter-karakter dari era prekuel kembali, termasuk Owen Lars (diperankan oleh Joel Edgerton) dan Darth Vader (diperankan oleh Hayden Christensen).

Namun, di sinilah serial mulai menyimpang, terutama dengan antagonis kedua, Reva Sevander (diperankan oleh Moses Ingram), yang kekuatannya dirasa terbatas karena karakternya hanya terfokus pada satu emosi: kemarahan.

Vivien Lyra Blair mengesankan sebagai Leia Organa muda, dan penculikannya menjadi satu-satunya alasan mengapa Obi-Wan meninggalkan pengasingannya.

 

4 dari 10 halaman

7. Ahsoka

Dave Filoni telah menjadi anugerah bagi seluruh franchise Star Wars, karena pemahamannya yang unik. Namun, ada sesuatu dalam penulisannya dan penyutradaraannya yang tidak selalu sama kuatnya dalam karya live-action seperti dalam animasinya.

Hal terbaik dari serial Ahsoka adalah penampilan yang luar biasa dari almarhum Ray Stevenson sebagai Baylan Skoll, seorang mantan Jedi yang menolak keterikatan dengan ordo lamanya, baik Jedi maupun Sith.

Baylan bukanlah penjahat tradisional Star Wars, dia lebih seperti seorang anti-villain, yang membuatnya sangat menarik.

Ahsoka sendiri juga memiliki beberapa adegan paling berkesan dalam pertunjukan ini, terutama saat dia bertemu kembali dengan Anakin Skywalker yang diperankan oleh Hayden Christensen.

Saat Ahsoka mendapatkan momen-momen khusus itu, itu benar-benar meningkatkan kualitas keseluruhan serial tersebut.

 

5 dari 10 halaman

6. Star Wars: Tales of the Jedi

Serial ini hanya terdiri dari 6 episode dengan durasi sekitar 10 menit per episodenya, yang membuatnya tampak tidak cukup untuk dianggap sebagai serial lengkap.

Namun, melalui enam cerita tersebut, kita dapat menyaksikan perjalanan Ahsoka Tano (diperankan oleh Ashley Eckstein) dari masa bayi hingga menjadi seorang pejuang yang kuat, dan akhirnya menjadi seorang pemberontak.

Di sisi lain, kita juga menyaksikan kejatuhan Count Dooku (diperankan oleh Corey Burton) yang meninggalkan ordo Jedi dan bergabung dengan Sith.

Meskipun hanya merupakan potongan-potongan pendek dari narasi keseluruhan franchise Star Wars, serial ini tetap menjadi tontonan penting bagi para penggemar.

 

6 dari 10 halaman

5. Star Wars: The Bad Batch

Meskipun awalnya terlihat sebagai ekstensi dari serial animasi The Clone Wars, Star Wars: The Bad Batch pada akhirnya menyatukan diri dalam tiga musimnya untuk menceritakan kisah yang mendalam tentang nasib para Clone.

Serial ini membuktikan dirinya sebagai penerus yang layak bagi The Clone Wars, dengan karakterisasi yang dilakukan dengan sangat baik.

Perjalanan Crosshair dari seorang pengkhianat menjadi anggota Galatic Empire, dan kemudian upayanya untuk menebus dirinya, adalah salah satu perkembangan karakter paling kuat dalam seluruh franchise ini.     

 

7 dari 10 halaman

4. Star Wars: The Clone Wars

Star Wars: The Clone Wars berhasil memperkaya dunia film prekuelnya tanpa kehilangan fokus pada karakter utama seperti Anakin, Obi-Wan, dan Padme.

Ahsoka Tano juga menjadi salah satu kontributor terbesar dari serial ini terhadap semesta Star Wars, memenangkan hati para penggemar selama perjalanan serial ini.

Setelah dihentikan secara tiba-tiba ketika Disney mengambil alih franchise ini, The Clone Wars mendapat kesempatan untuk menyelesaikan jalan ceritanya dengan musim ketujuh di Disney+.

Ini menghasilkan akhir yang spektakuler untuk serial ini, dengan akhir ceritanya menjadi salah satu kisah Star Wars terbaik yang pernah ada.     

 

8 dari 10 halaman

3. Star Wars Rebels

Star Wars Rebels berhasil menggambarkan kembali nuansa trilogi Star Wars yang asli dengan sangat baik.

Memelihara fokus pada kelompok karakter inti juga merupakan keputusan cerdas, karena memberikan waktu bagi kru Ghost, termasuk Ezra Bridger, Hera Syndulla, Kanan Jarrus, Sabine Wren, Chopper, dan Zeb, untuk tumbuh sebagai individu dan memperkuat ikatan mereka sebagai keluarga.

Star Wars Rebels juga memberikan beberapa momen paling epik dalam franchise Star Wars hingga saat ini, termasuk konfrontasi antara Ahsoka dengan Darth Vader dan pertarungan terakhir antara Obi-Wan Kenobi dan Darth Maul.

 

9 dari 10 halaman

2. The Mandalorian

Karya Jon Favreau, The Mandalorian, berhasil meyakinkan Disney dan Lucasfilm untuk merahasiakan keberadaan Grogu (pada saat itu hanya dikenal sebagai Baby Yoda oleh para penggemar) hingga akhirnya terungkap di akhir episode perdana.

Kesetiaan yang sama terhadap menjaga rahasia menjadi kunci untuk menghadirkan kejutan kembalinya salah satu pahlawan ikonik Star Wars di akhir musim kedua, menjadikan momen tersebut benar-benar unik.

Meskipun menyenangkan untuk mengikuti petualangan The Mandalorian di seluruh galaksi, tetapi hubungannya dengan Grogu yang membuat serial ini istimewa.

Karakter utama ini merasakan ikatan yang kuat dengan Grogu, hampir seperti hubungan antara seorang ayah dan anak. Adegan perpisahan mereka di season kedua memberikan perasaan yang mendalam, sehingga mudah untuk melupakan bahwa Grogu sebenarnya hanyalah boneka.

Tidak mengherankan jika film Star Wars berikutnya difokuskan pada The Mandalorian dan Grogu, karena keduanya adalah karakter baru yang paling populer dalam era Disney Lucasfilm.

 

10 dari 10 halaman

1. Andor

Serial Andor ini lebih terbuka secara politis dibandingkan dengan serial atau film Star Wars sebelumnya, tetapi hal ini penting untuk menyoroti sisi lain dari Kekaisaran.

Di bawah arahan kreatif pencipta serial Tony Gilroy, Kekaisaran tidak hanya digambarkan sebagai sekelompok fasis luar angkasa yang jahat, namun sebaliknya, mereka adalah rezim yang benar-benar menindas dengan kekejaman terhadap siapa pun yang menghalangi kekuasaan mereka.

Diego Luna brilian dalam perannya sebagai tokoh utama, Cassian Andor, yang perlahan-lahan menjadi radikal dalam perlawanannya terhadap Kekaisaran.

Namun, penampilan Stellan Skarsgård sebagai Luthen Rael dan Andy Serkis sebagai Kino Loy berhasil mencuri perhatian para penonton.

Monolog yang mereka bawakan dalam episode ke-10 Andor mungkin merupakan salah satu adegan terbaik yang pernah ada dalam Star Wars.

Kemudian, dalam dua episode berikutnya, sebuah pidato yang kuat dari mendiang Maarva Andor (diperankan oleh Fiona Shaw), yang memimpin seruan untuk melawan Kekaisaran dengan pesan terakhirnya, merupakan awal dari gerakan pemberontakan yang luar biasa.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.