Sukses

7 Pemenang Nobel Termuda Sepanjang Sejarah

Berusia muda dan berprestasi pasti membanggakan. Siapa saja para pemuda yang menginspirasi itu?

Citizen6, Jakarta Hadiah Nobel dianggap sebagai salah satu penghargaan paling terhormat di dunia. Sejak tahun 1901-2014,  hadiah nobel telah diberikan kepada 889 yang terdiri dari 25 organisasi dan 864 individu. Dari sekian banyak pemenang, berikut 10 pemenang

1. Malala Yousafzai

7 Pemenang Nobel Termuda Sepanjang Sejarah

Pada tahun 2014 , Malala Yousafzai menjadi pemenang Nobel termuda, saat itu usianya baru 17 tahun.  Aktivis dari Pakistan untuk pendidikan perempuan ini juga merupakan salah satu dari " 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia " pada tahun 2013. Dia adalah perempuan Pakistan kedua yang menerima Hadiah Nobel. Saat ini Malala telah menjadi ikon yang mengingpirasi jutaan perempuan di negara-negara dunia ketiga.

2. Lawrence Bragg

7 Pemenang Nobel Termuda Sepanjang Sejarah

Pada tahun 1915, Lawrence Bragg menjadi orang termuda yang memenangkan Nobel Fisika  pada usia 25 atas jasanya dalam menganalisa struktur kristal dengan menggunakan sinar – X. Ini merupakan langkah penting dalam pengembangan kristalografi sinar-X. Saat ini, ia adalah orang termuda kedua yang memperoleh hadiah Nobel .  Sepanjang hidupnya, ia juga memenangkan sejumlah penghargaan lainnya termasuk Matteucci Medal , Copley Medal , Royal Medal dan lainnya. Hingga saat ini , ia tetap termuda penerima Nobel dalam bidang fisika.

3. Werner Heisenberg

7 Pemenang Nobel Termuda Sepanjang Sejarah

Pada usia 31, fisikawan teoritis Jerman Werner Heisenberg memenangkan Hadiah Nobel Fisika untuk penciptaan mekanika kuantum, aplikasi yang memiliki yang menyebabkan ditemukannya   bentuk allotropic hidrogen. Dia adalah pemenang hadiah pada tahun 1932. Laki-laki ini dalah salah satu pelopor utama mekanika kuantum . Dia telah diberi gelar doktor kehormatan dari Universitas Bruxelles, Universitas Teknologi Karlsruhe dan University of Budapest. Dia juga memberikan kontribusi penting untuk teori hidrodinamika aliran turbulen, inti atom, ferromagnetism, sinar kosmik , dan partikel subatomic.

4. Paul A.M. Dirac

7 Pemenang Nobel Termuda Sepanjang Sejarah

Laki-laki ini memenangkan Nobel Fisika  tahun 1933 pada usia 31 tahun untuk penemuannya mengenai teori atom. Fisikawan teoritis  Inggris ini dianggap sebagai salah satu tokoh kunci yang bekerja di bidang mekanika kuantum dan elektrodinamika kuantum. Dalam masa hidupnya, ia menjabat sebagai profesor di beberapa universita, baik itu di University of Cambridge atau University of Miami atau Florida State University.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

2

5. Carl D. Anderson

Fisikawan Amerika Carl D. Anderson adalah pemenang Nobel Fisika Prize pada tahun 1936. Pada saat kemenangannya dia berusia 31 tahun . Dia memenangkan hadiah " untuk penemuan positron " . Tahun berikutnya, ia memenangkan Elliott Cresson Medal. Dia juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penemuan muon.

6. Tsung - Dao Lee

Fisikawa7 Pemenang Nobel Termuda Sepanjang Sejarah n Amerika kelahiran China, Tsung - Dao Lee memenangkan Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1957 saat  berusia 31 tahun. Laki-laki ini memenangkan nobel karena berhasil menemukan “hukum keseimbangan” yang telah menyebabkan penemuan penting tentang unsur dasar.

Hadiah itu ia  bagi dengan Chen Ning Yang , keduanya adalah warga Cina pertama yang memenangkan Hadiah Nobel. Pada tahun yang sama, Tsung - Dao Lee memenangkan Anugerah Albert Einstein. Selain itu, ia juga menjadi anggota National Academy of Sciences, Academia Sinica, Pontifical Academy of Sciences, dll

7. Tawakkul Karman

7 Pemenang Nobel Termuda Sepanjang Sejarah

Wartawan dan politisi dari Yaman, Tawakkul Karman memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2011. Pada saat itu, dia berusia 32 tahun. Dia memenangkan penghargaan "perjuangan tanpa kekerasannya untuk keselamatan perempuan dan hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam pembangunan perdamaian".

Dia adalah perempuan Yaman pertama yang memenangkan Hadiah Nobel. Selain sebagai wartawan, dia juga seorang aktivis yang meDia memimpin kelompok Women Journalists Without Chains yang didirikan pada tahun 2005.

 

*Sumber: wonderslist.com

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.