Sukses

Surga-surga Bawah Laut di Indonesia ini Jarang Dieskpos, Lho

Indonesia tak hanya mempunyai taman laut Bunaken, Raja Ampat, maupun Wakatobi. Masih ada beberapa surga bawah laut indah lainnya.

Citizen6, Jakarta Selama ini jika ditanyakan tempat tujuan menyelam di Indonesia yang keren, apa jawaban Anda? Taman Laut Bunaken? Raja Ampat? Wakatobi? Ah, itu sudah biasa. Tahukah Anda, Indonesia benar-benar kaya dengan kekayaaan alam. Tak hanya yang di darat, tapi juga di lautnya.

Indonesia mempunyai banyak sekali taman laut yang indah. Beberapa di antaranya, jarang diekspos. Padahal tempat-tempat tersebut pun mempunyai keindahan yang tak kalah dengan taman laut yang sudah biasa dikenal. Apa saja?

1. Selat Lembeh, Sulawesi

Jika Anda ingin melihat spesies-spesies hewan laut yang aneh dan jarang terkekspos, Anda mesti mengunjungi Selat Lembeh. Selat Lembeh yang terletak di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Lembeh ini menyimpan spesies hewan laut yang tidak akan Anda temukan di tempat lain di dunia.

Beberapa di antaranya adalah Pygmy seahorse, Juvenile warty frogfish, dan lainnya. Tempat ini menjadi tempat favorit fotografer dan ilmuwan spesies laut karena keanekaragaman biotanya. Bahkan, masih banyak spesies hewan laut yang tidak akan Anda temukan di tempat lain.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 6 halaman

Selanjutnya

2. Pulau Morotai, Maluku

Kepulauan Maluku merupakan salah satu surga rempah di Indonesia. Tak heran, Kepulauan Maluku menjadi rebutan para penjajah yang mencari rempah-rempah. Salah satu pulau di Maluku yang menjadi rebutan para penjajah adalah Pulau Morotai.

Di pulau yang kerap dijuluki “Mutiara di Bibir Pasifik” ini, Anda dapat menemukan bangkai pesawat Jepang Bristol Beuford yang tenggelam di kedalaman 40 meter di selatan Morotai. Bangkai pesawat ini pun menjadi salah satu daya tarik wisata bahari di Pulau Morotai. Selain itu, terdapat 25 titik penyelaman lainnya yang akan memukau Anda dengan pemandangannya.

3 dari 6 halaman

Selanjutnya

3. Maumere, Flores

Pada tahun 1980-an, Maumere terkenal sebagai salah satu destinasi penyelaman terbaik di Indonesia. Sayang, saat terjadi gempa bumi dan tsunami pada 1992, wisata bawah laut Maumere porak-poranda karenanya.

Begitupun pulau-pulau di sekitarnya yang memiliki tempat penyelaman yang apik. Akan tetapi, kini Maumere bangkit kembali dengan wisata baharinya. Kecantikan pemandangan bawah laut Maumere tak berkurang meski pernah dihempas tsunami.

4 dari 6 halaman

Selanjutnya

4. Krakatau, Jawa Barat

Di bekas letusan Gunung Krakatau, berdiri Pulau Rakata dan Pulau Anak Krakatau. Di sekitar pulau ini, terdapat situs penyelaman yang indah, yakni Lagoon Cabe. Lagoon Cabe berada di dekat Pulau Rakata dan tak jauh dari Pulau Anak Krakatau. Situs penyelaman ini menyajikan pengalaman menyelam yang menyenangkan.

Lereng terumbu karang, laut yang tak terlalu dalam, serta arus ombak yang tak dapat ditebak dapat menjadi tantangan tersendiri. Lumba-lumba dan penyu hijau kerap terlihat di sini. Anda pun dapat melihat gelembung keluar dari dasar laut yang dulunya merupakan inti Gunung Krakatau sebelum meletus.

5 dari 6 halaman

Selanjutnya

5. Pulau Rubiah, Nangroe Aceh Darrussalam

Pulau Rubiah yang merupakan bagian dari Kota Sabang, Aceh ini ternyata memiliki taman laut yang sangat indah. Dengan luas 2600 ha, Taman Laut Pulau Rubiah dihuni berbagai jenis terumbu karang serta biota laut yang langka.

Dari 15 jenis biota laut yang dilindungi Pemerintah Indonesia, 14 di antaranya dapat ditemukan di Taman Laut Pulau Rubiah. Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat untuk menyelam, snorkling, dan wisata bahari lainnya.

6 dari 6 halaman

Selanjutnya

6. Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Pulau yang terletak di mulut Selat Malaka ini pernah menjadi tempat favorit bagi kapal dagang India dan Cina. Karena letaknya di jalur dagang, perairan di Selat Malaka dekat Bintan acap menjadi sasaran para perompak.

Selama masa pendudukan Belanda, banyak kapal pedagang yang diserang oleh perompak. Karena itulah, di alam bawah laut Pulau Bintan banyak terdapat kapal-kapal dagang yang tenggelam akibat serangan perompak. Hal ini membuat penyelaman di Pulau Bintan begitu menantang, selain tentunya terumbu karangnya yang indah.

Nah, tugas kita lah menjaga surga-surga bawah laut tersebut agar tidak hancur. Jangan sampai eksploitasi besar-besaran membuat anak-cucu kita tak bisa lagi menjelajah ke tempat-tempat tersebut nantinya.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.