Sukses

Kemenpora Hat-trick WTP, Prestasi Olahraga Indonesia Diharapkan Semakin Meningkat

Liputan6.com, Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) baru saja berhasil menorehkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pencapaian ini disambut gembira oleh Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.

Pria yang akrab disapa Okto itu mengaku mengikuti perjalanan Kemenpora. Menurutnya, banyak perubahan yang terjadi terutama dalam hal tata kelola.

“Ya saya mengikuti perjalanan Kemenpora. Beberapa kali tidak mudah mendapatkan standar yang baik dalam hal ini. Tetapi periode pak Zainudin Amali ini bisa mendapatkan WTP dan dibuktikan tiga kali alias hattrick ya,” kata Okto saat berbincang pada Kamis (14/7) malam.

Okto kemudian mengucapkan selamat atas capaian luar biasa yang diraih Kemenpora soal WTP ini. Dia berharap Kemenpora terus memberikan manfaat untuk prestasi olahraga.

“Saya ucapkan selamat kepada pak Menpora Zainudin Amali beserta seluruh jajaran. Teruskan kerja baik ini, kita yakini semua usaha dapat memberikan manfaat untuk pembinaan serta prestasi olahraga Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Okto berharap raihan WTP tersebut bisa dipertahankan. Begitu juga dalam hal pelayanan kepada masyarakat bisa terus ditingkatkan.

“Tentu dengan WTP yang didapat, saya berharap Kemenpora dapat meningkatkan kualitasnya. Semoga prestasi olahraga Indonesia bisa terus meningkat, begitu juga pada bidang kepemudaannya,” jelas Okto.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Tiga Kali Beruntun

Hasil WTP tahun anggaran 2021 menjadi predikat ketiga alias hat-trick dari Kemenpora RI usai dua tahun berturut-turut sebelumnya (2019-2020) meraih hasil yang sama (WTP) di bawah kepemimpinan Menpora Zainudin Amali.

"Kita baru saja menerima hasil pemriksaan BPK RI terhadap laporan keuangan Kemenpora. Alhamdulillah kita hattrick tiga tahun berturut-turut mendapatkan status WTP," kata Menpora Amali saat jumpa pers di Media Center Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (13/7/2022).

Menanggapi pencapaian ini, Menpora mengaku hasil yang diraih Kemenpora bukan karena menterinya bagus dan hebat, melainkan karena teamwork yang solid. Menpora Amali juga sampaikan apresiasi atas masukan dari jurnalis sehingga Kemenpora bisa seperti saat ini.

"Ini adalah hasil kerja bersama bukan karena menterinya hebat, menterinya bagus, tidak. Tapi teamwork dari Kemenpora yang bagus. Bapak-bapak dan ibu di Kemenporalah yang menghasilkan hattrick itu," ujar Menpora Amali.

"Saya hanya menjadi dirijen, mengomendani saja. Jadi, bapak ibu inilah yang menertibkan pertanggungjawaban laporan keuangan. Apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari para jurnalis, sehingga perbaikan sana-sini. Terutama perbaikan tata kelola yang menjadi prioritas kami, itu saya apresiasi dan terima kasih atas nama Kemenpora kepada teman-teman jurnalis," tutur Menpora Amali.

3 dari 3 halaman

Harapan

Menpora Amali berharap, raihan hasil yang baik ini akan menjadi semangat dalam bekerja melayani urusan kepemudaan dan urusan keolahragaan kedepan.

"Mudah-mudahan hasil ini akan menjadi menambah semangat buat kami di Kemenpora untuk bekerja lebih baik lagi, melayani urusan-urusan kepemudaan dan urusan keolahragaan," tutur Menpora Amali.

Seperti diketahui, perjalanan laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI terhadap Kemenpora RI, dari tahun 2010 hingga tahun 2021 yakni, memperoleh predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) selama 5 kali berturut-turut dari tahun 2010 hingga 2014.

Kemudian, predikat Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer) selama 2 tahun berturut-turut pada tahun 2015-2016. Kemudian, kembali WDP pada tahun 2017- 2018. Dan akhirnya mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 3 kali berturut-turut dari tahun 2019 hingga 2021.

"Kenapa tata kelola yang kita jadikan yang utama. Karena kami menyakini dengan tata kelola yang baik maka, pelayanan-pelayanan berikutnya akan menjadi lebih mudah baik kepemudaan maupun keolahragaan. Tapi, kalau tata kelolanya tidak baik maka pasti akan berakibat kepada pelayanan urusan kepemudaan dan keolahragaan juga tidak baik," pungkas Menpora Amali.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS