Sukses

Cerita Gondangdia: Terima Kasih Pak Bro dan Jaket Estafet Pemred

Liputan6.com, Jakarta - Perpisahan tidak harus selalu diakhiri dengan airmata…

Ide itulah yang kami usung saat menggelar acara sebuah perpisahan kecil di Gedung KapanLagi Youniverse (KLY), di Gondangdia, Cikini, Jakarta, Rabu (26/6).

Kami berkumpul melepas Mohamad Teguh, atau Pak Bro, yang menjalani hari terakhirnya memimpin kami sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) Liputan6.com, jabatan yang diembannya sejak Oktober 2013. Liputan6.com selanjutnya akan dipimpin Irna Gustiawati yang sebelumnya menjabat Wakil Pemimpin Redaksi.

Di lantai 1 Gedung KLY, acara itu digelar. Ruangan yang biasanya digunakan sebagai studio itu ditata sedemikian rupa dengan backdrop bertuliskan, Liputan6, "We Love You Pak Bro"...

Sementara di sebelah kanan ruangan, dekat tangga menuju lantai 2, dipasang berbagai hiasan, plus testimoni dari rekan-rekan, yang dituliskan dengan tinta putih di beberapa karton warna hitam.

Tapi, sekali lagi, tak ada airmata dalam acara perpisahan ini. Lagipula, Pak Teguh tetap akan dekat dengan kami, karena masih menjabat sebagai Pemred Liputan6 SCTV dan Fokus Indosiar, jabatan yang diembannya sejak 2015.

Liputan6.com, Bola.com, Fimela.com, Merdeka.com, Dream.co.id, Bola.net, KapanLagi.com, Otosia.com, Brilio.net, dan vertikal-vertikal lain di bawah KLY memang masih berada dalam naungan Emtek Group, seperti juga beberapa stasiun televisi: SCTV, Indosiar, dan O Channel.

Tanda Terima Kasih

Kami memang sengaja merancang acara ini, sebagai rasa terima kasih kepada Pak Teguh, atas bimbingannya selama ini. Pak De, begitu juga beliau dipanggil memang dekat dengan kami, para awak redaksi.

Dari kalimat-kalimatnya, banyak keluar wejangan dan pelajaran, terkait praktik jurnalistik. Bahkan, dari omelannya pun banyak kami dapat pelajaran, tentu soal ilmu jurnalistik.

Meroketnya Liputan6.com sebagai salah satu situs terbesar juga tak lepas dari peran Pak Bro.

Berbagai penghargaan yang kami terima, menjadi bukti situs tercinta ini tidak hanya diterima pembaca, melainkan juga oleh para pemangku kepentingan.

"Acara ini kita buat bukan untuk melepas, tapi sebagai ucapan terima kasih kepada Pak Teguh atas bimbingannya selama ini," ujar Redaktur Pelaksana (Redpel) Showbiz, Telni Rusmitantri, yang seperti biasa, berperan sebagai host acara. "Pak Teguh tetap akan bersama kita, di lingkungan keluarga Emtek."

Sebagai pemandu acara, kali ini Mbak Telni didampingi Istiarto Sigit, alias Ito, dari Tim Multimedia.

Ucapan Mbak Telni ditegaskan lagi oleh Wenseslaus Manggut, Chief Content Officer KLY. "Ya, bukan perpisahan, karena kita masih akan sering bertemu, apalagi saya," ujar pria, yang akrab disapa Kak Wens itu. "Ini juga bagian regenerasi yang memang sudah kita siapkan."

Kak Wens dan Pak teguh memang sohib lama. Keduanya sudah bekerja sama sejak masih sama-sama di Tempo, sejak tahun 2000-an. Kemudian berlanjut saat mendirikan Viva.co.id pada 2008.

Dua tahun lalu, keduanya juga berperan besar dalam berdirinya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Kak Wens saat ini menjabat sebagai ketuanya.

Selain Kak Wens, hadir pula para pimpinan dari KLY: Ibu Octaviany Sarimawan (Chief Financial Offier), Suwandi Iskak (VP Operations), Darojatun (VP Sports Content), Andi Muhyiddin (Head of Multimedia), Ramadhian Fadillah (Wapemred Merdeka.com), serta rekan-rekan redaksi dari Bola.com, Merdeka.com, Fimela.com, dan Dream.co.id. Kawan-kawan dari bidang usaha non-redaksi KLY juga hadir.

Pemred Ceplas-Ceplos dan Nekat

Usai sambutan Kak Wens, diputarlah video tentang sekilas perjalanan karier jurnalistik Pak Teguh dan testimoni dari beberapa awak Liputan6.com.

Redpel Front Page dan Citizen, Shinta NM Sinaga, Elin Yunita Kristanti (Redpel News), Raden Trimutia Hatta (Editor Senior News), Aditya Eka Prawira (Editor Health), dan Nur Aini Hayati (sekretaris redaksi) memberikan testimoninya tentang Pak Teguh mewakili rekan-rekan Liputan6.com.

"Pak Bro itu pemred yang panikan, rewel, tapi baik," ujar Adit, dalam video tersebut. "Unik, ceplas-ceplos, kadang nekat," Elin menimpali.

Sementara Shinta menyebut Pak Teguh sebagai sosok yang royal, suka mentraktir. "Kalau ada event-event besar seperti Pemilu, Pilkada, Pilpres, Mas Teguh pasti mau mentraktir sekantor. Ada pizza, martabak, bakso....," tutur Shinta.

Muti punya kesan sendiri terhadap Pak Teguh. Menurutnya, Pak Bro adalah sosok yang sederhana, bersahaja. Dia pun mengenang interaksi pertamanya dengan Pak Bro alias Pak De.

Gue lagi duduk di trotoar sambil ngopi, kopi gelas, tau-tau Pak De duduk dengan celana training dan kaos, duduk di trotoar juga. Pesen kopi, kopi sachet juga sama di gelas plastik. Kesan gue adalah, Dia pemred bukan sih?" ujarnya.

 

Setelah pemutaran video, tibalah Pak Teguh memberikan sepatah dua patah kata. Seperti kesehariannya, Pak Bro juga bercerita dengan gayanya yang penuh humor.

"Saya terharu, sebenarnya ingin menitikkan airmata......," ujar Pak Bro di awal sambutannya, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Pak Teguh lalu bercerita tentang pengalamannya memimpin Liputan6.com, termasuk "stateginya" untuk menyamakan persepsi dengan awak redaksi Liputan6.com.

"Saya memang sengaja keras di dua tahun pertama, itu untuk menyamakan frekuensi kita. Setelah itu kan saya tidak keras lagi.....," ujarnya, dengan gaya yang khas.

Pak Bro juga mengucapkan terima kasih atas bantuan rekan-rekan yang telah membesarkan Liputan6.com. Penghargaan-penghargaan yang didapat Liputan6.com, kata Pak Teguh, bukan karena andilnya, melainkan lantaran kerja keras seluruh personel Liputan6.com.

Tak lupa Pak Teguh meminta maaf jika ada kesalahan dalam memimpin Liputan6.com. "Mungkin saya pernah mengucap kata-kata kasar, tidak pantas, mohon maaf ya kawan-kawan," ujarnya.

 ‘Jaket’ Estafet

Usai memberikan sambutan, host menahan Pak Teguh untuk tidak langsung kembali ke tempat duduk, sebab, ada bingkisan khusus yang akan dipersembahkan untuknya.

Sebuah karikatur dan sketsa diri Pak Teguh diberikan sebagai tanda terima kasih kami atas kepemimpinan beliau selama ini. Bingkisan ini diserahkan langsung oleh Irna Gustiawati, Pemred Liputan6.com yang menggantikan Pak Teguh.

 

Setelah itu, giliran Pak Teguh membantu Mbak Irna mengenakan jaket navy bomber berwarna biru, sebagai simbolis serah terima jabatan pemred Liputan6.com.

Lho, kenapa harus "estafet jaket"?

Telni menjelaskan, jaket itu identik dengan Pak Teguh. Pasalnya, sehari-hari di kantor, Pak Bro memang kerap mengenakan jaket kulit berwarna coklat dan hitam.

Nah, dengan mengenakan jaket itu, "sah" sudah mbak Irna jadi pemred baru kami. Selamat ya mbak Irna....

Keponakan Baru

O iya, selain acara ini, pekan ini kami juga mendapat kabar gembira. Marco Tampubolon, waredpel dari kanal Bola, dan istri, Harriska Farida Adiati, baru mendapatkan anugerah anak pertama.

Kelsie Tampubolon lahir pada Jumat, 14 Juni 2019, pukul 09.20 WIB, dengan berat 2,950kg dan panjang 49cm. Alhamdulillah, bertambah lagi keponakan kami.

 

Kelsie merupakan anak pertama yang dititipkan Tuhan kepada Marco dan Riska setelah enam tahun menikah. Dan, seperti harapan kedua orangtua, kami juga mendoakan semoga Tuhan selalu menjadi penunjuk arah dalam kehidupan Kelsie.

Selamat ya Marco.... Semoga ananda kelak jadi anak pintar berbakti kepada orangtua dan berguna bagi bangsa dan negara, aamiin. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Cerita Gondangdia: Bukber, Menyambut Berkah di Ujung Ramadan
Artikel Selanjutnya
Cerita Gondangdia: Jadi Saksi Reuni Legenda Bulutangkis Indonesia