Sukses

10 Pemain Gagal di Piala Eropa 2016

Liputan6.com, Paris - Piala Eropa 2016 sudah memasuki babak final. Tuan rumah Prancis akan menghadapi Portugal di Stade de France, Paris, Senin dinihari WIB (11/7/2016).

Prancis lolos ke final usai menyingkirkan juara Piala Dunia 2014, Jerman, 2-0. Dua gol kemenangan Prancis dicetak Antoine Griezmann. Sementara Portugal mengalahkan Wales 2-0 lewat gol Cristiano Ronaldo dan Luis Nani.

Griezmann memang tampil memukau. Dia telah mencetak lima gol dalam turnamen empat tahunan ini. Sementara Gareth Bale sukses mencetak sejarah dengan Wales. Bale yang telah mencetak tiga gol, membantu Wales sebagai tim debutan yang melaju ke semifinal.

Sedangkan Ronaldo menyamai rekor gol legenda sepak bola Prancis, Michel Platini. Ronaldo kini telah mengoleksi sembilan gol dalam keikutsertaannya di Piala Eropa.

Namun, tidak semua pemain bersinar. Ada sejumlah pemain yang gagal menunjukkan performa terbaiknya. Berikut 10 pemain tampil mengecewakan di Piala Eropa seperti dirangkum wartawan olahraga The Independet, Jack Pitt-Brooke:

1. David Alaba (Austria dan Bayern Muenchen)

David Alaba adalah salah satu pemain favorit Pep Guardiola di Bayern Muenchen karena kecerdasan taktis dan fleksibilitasnya. Namun, permainan Alaba tidak maksimal di lini tengah Austria pada putaran final Piala Eropa 2016.

Austria pun mencatat hasil mengecewakan di fase Grup F. Austria hanya meraih hasil sekali imbang dan dua kekalahan. Alaba dan kawan-kawan hanya mengoleksi satu poin dan menempati juru kunci.

2. Harry Kane (Inggris dan Tottenham Hotspur)

Selama dua musim terakhir bermain untuk Tottenham Hotspur, Harry Kane merupakan striker yang tajam. Dia memenangkan Golden Boot dan hampir membawa Spurs memenangkan gelar Liga Premier Inggris 2015-16.

Tetapi, penampilan Kane justru mengecewakan bersama Timnas Inggris di putaran final Piala Eropa 2016. Pemain 22 tahun ini gagal menunjukkan ketajamannya mencetak gol seperti di Spurs. Saat Inggris mengalahkan Slovakia dan ditaklukkan Islandia, Kane terlihat lemas. Inggris pun akhirnya di perdelapan final.

2 dari 5 halaman

Arda Turan

3. Arda Turan (Turki dan Barcelona)

Arda Turan tak bisa menolak ketika mendapat tawaran pindah ke Barcelona pada musim panas 2015. Namun, di klub Catalan itu eks pemain Atletico Madrid ini lebih banyak sebagai penghias bangku cadangan.

Datang ke putaran final Piala Eropa 2016 di Paris, Turan dibelit masalah kebugaran. Dia tidak bisa menginspirasi timnya saat tersingkir di fase grup.

Turan hanya bermain 65 menit ketika Turki ditekuk Kroasia 0-1. Dia juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan Spanyol yang menghajar Turki dengan skor 3-0.

4. Sergio Ramos (Spanyol dan Real Madrid)

Sergio Ramos menyandang ban kapten Timnas Spanyol setelah pelatih Vicente del Bosque memutuskan untuk mencadangkan kiper Iker Casillas di putaran final Piala Eropa. Tapi, ia dinilan mengemban tugas tersebut.

Ramos gagal mengeksekusi penalti krusia melawan Kroasia saaa Spanyol unggul 1-0, sebelum gawang kebobolan dua gol pada menit akhir. Padahal, jika Ramos sukses mengeksekusi penalti, Spanyol menjadi juara Grup D dan tak bakal bertemu Italia di perdelapan final.

Dalam laga melawan Italia, Ramos sulit menghadapi pergerakan Graziano Pelle. Spanyol pun tersingkir setelah menyerah 0-2 dari Italia.

3 dari 5 halaman

Mario Gotze

5. Mario Gotze (Jerman dan Bayern Muenchen)

Dua tahun lalu, Joachim Low memainkan Mario Gotze pada final Piala Dunia 214 Brasil melawan Argentina dan mengatakan kepadanya untuk membuktikan bahwa dia lebih baik dari Lionel Messi. Gotze yang masuk menggantikan Miroslav Klose pada menit 88, mencetak gol kemenangan di menit 113 dan mengantarkan Jerman meraih trofi Piala Dunia.

Tapi, sejak itu Gotze telah kehilangan kepercayaan diri. Ia menjadi striker utama di dua pertandingan pertama Jerman. Tetapi, Gotze tidak memiliki pergerakan atau finishing dalam menjalankan perannya itu. Mario Gomez yang menggantikannya justru membuat daya serang Jerman lebih bagus.

6. Jack Wilshere (Inggris dan Arsenal)

Pelatih Roy Hodgson dengan penuh optimistis membawa Jack Wilshere dalam skuatnya ke putaran final Piala Eropa 2016. Hodgson semula merencanakan memainkan Wilshere di setiap pertandingan. Padahal, gelandang Arsenal itu hanya bermain selama 141 menit di musim 2015-16 Liga Premier Inggris akibat cedera.

Kenyataannya, tiga penampilan Wilshere di Prancis tidak pernah memperlihatkan seperti pemain yang fit atau cukup tajam untuk mengubah permainan Inggris. Wilseher dimainkan saat melawan Slovakia dan masuk di babak kedua ketika Inggris disingkirkan Islandia di perdelapan final.

4 dari 5 halaman

Thibaut Courtois

7. Thibaut Courtois (Belgia dan Chelsea)

Piala Eropa 2016 tidak memberikan kesan bagus bagi Thibaut Courtois. Bahkan, kiper Chelsea ini sempat mengkritik taktik yang diterapkan pelatih Marc Wilmots sehingga Belgia tersingkir di perempat final.

Courtois tidak tampil di tingkat terbaik dirinya. Gawangnya dijebol tiga kali saat menghadapi Wales dan Italia dua kali. Kini, Courtois berharap bisa menemukan kembali fokusnya sebelum kembali ke Chelsea akhir bulan ini.

8. Anthony Martial (Prancis dan Manchester United)

Sebelum Prancis menghadapi Rumania pada laga perdana Piala Eropa 2016, 10 Juni lalu, pelatih Didier Deschamps dibingukan dengan pilihan apakah memainkan Dimitri Payet atau Anthony Martial sebagai penyerang sayap kiri dengan formasi 4-3-3. Dia akhirnya memilih Payet dan sejak saat itu Martial duduk di bangku cadangan.

Pada laga kedua melawan Albadina, Dieschamps memainkan Martial sejak menit awal. Namun, ia gagal tampil mengesankan dan Pogba di menit ke-46. Deschamps justru lebih menyukai Kingsley Coman sebagai pemain sayap pengganti.

5 dari 5 halaman

Andrei Yarmolenko

9. Andrei Yarmolenko (Ukraina dan Dynamo Kiev)

Ukraina mencatat sebagai tim dengan statistik terburuk di putaran Piala Eropa 2016. Ukraina menelan tiga kekalahan di Grup C dengan kebobolan lima gol.

Datang ke Prancis, Ukraina berharap kepada dua pemain sayap mereka, yakni Andrei Yarmolenko dan Yevhen Konoplyanka. Tapi, mereka tidak bisa memberi dampak positif dari tiga laga yang dilakoni Ukraina.

Ukraina sangat kekurangan ide dan keterampilan, terutama dari kedua pemain bintang mereka itu, menghadapi Jerman, Polandia, dan Irlandia Utara.

10. Robert Lewandowski (Polandia dan Bayern Muenchen)

Robert Lewandowski membayar harga untuk reputasinya sendiri di putaran Piala Eropa 2016 di Prancis. Striker Polandia ini selalu mendapatkan pengawalan ketat dari bek lawan.

Lewandowski hanya mencetak satu gol di perempat final melawan Portugal. Padahal, striker klub Bayer Muenchen diharapkan bisa mencetak banyak gol dari lima pertandingan yang dijalani Polandia.

 

 

 

 

Loading