Sukses

8 Pesepak Bola Setia dan Berkorban untuk Klubnya

Liputan6.com, Jakarta Kesuksesan dan uang yang melimpah ternyata tidak selalu membuat orang lupa akan segalanya. Setidaknya ini ditunjukkan sejumlah pesepak bola top dunia.

Sergio Aguero, Michu, Gianluigi Buffon, serta John Terry telah membuktikan bahwa mereka bukan seperti peribahasa kacang yang lupa akan kulitnya. Meski sudah meraih kesuksesan, mereka tetap ingat kepada klubnya yang turut membesarkan nama mereka.

Tak hanya setia, mereka juga rela merogoh koceknya lebih dalam untuk membantu mantan klubnya tersebut.

Berikut sejumlah pemain yang sangat mencintai mantan klubnya meski sudah meraih kesuksesan:

1. Sergio Aguero

Peribahasa kacang lupa kulitnya tidak berlaku untuk Sergio Aguero. Meski sudah menjadi striker top dunia, Aguero tetap ingat kepada klub yang berperan besar dalam karier profesional sepak bolanya, yakni Independiete.

Bersama pemain lainnya, Gabriel Milito, Aguero mendanai pembangunan kompleks latihan baru untuk Independiete. Selain itu, dia juga menegaskan keinginannya kembali ke klub pertamanya itu suatu hari nanti sebelum memutuskan pensiun.

Aguero meninggalkan Independiente pada 2006 untuk bergabung dengan Atletico Madrid. Setelah lima musim, Aguero hijrah ke Manchester City. Kemungkinan, striker asal Argentina itu akan kembali ke Independiete pada 2019.

2 dari 4 halaman

Michu, Juan Mata, dan Santi Cazorla

2. Michu, Juan Mata, dan Santi Cazorla

Kepedulian terhadap mantan juga ditunjukkan mantan striker Swansea City, Michu. Bersama bintang Manchester United Juan Mata dan Arsenal Santi Cazorla, Michu bekerja sama untuk menyelamatkan mantan klub mereka, Real Oviedo.

Oviedo mengalami kesulitan keuangan yang parah pada 2012 lalu. Klub Spanyol itu membutuhkan dana 2 juta euro dalam dua pekan atau bubar. Di tengah kesulitan itu, Michu, Mata dan Cazorla datang membantu.

Mereka bekerja sama dan mengumpulkan uang bersama-sama untuk membeli saham Oviedo untuk menyelamatkan keberadaan klub. Kini, Oviedo latih legenda Real Madrid Fernando Hierro dan finis di peringkat sembilan klasemen Segunda Division musim 2015-16.

3 dari 4 halaman

Buffon, Chiellini, dan Del Piero

3. Buffon, Chiellini, dan Del Piero

Juventus terpaksa kehilangan gelar juara Liga Serie A 2005 dan 2006. Tak hanya itu, Juve juga harus turun ke Serie B. Hal itu sebagai hukuman karena skandal pengaturan skor yang terjadi di sepak bola itu dan melibatkan Juve. Tak hanya itu, Juve juga dikurangi sembilan poin untuk musim pertama mereka di Serie B.

Kondisi tersebut membuat Juve mempersilahkan pemain bintangnya, seperti Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, dan Alessandro Del Piero untuk mencari klub baru. Tapi, ketiga pemain ini memutuskan untuk bertahan dan membantu klub berjuluk Nyonya Tua itu kembali ke Serie A - tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Akhirnya kualitas berbicara. Meski dikurangi sembilan poin, Juve tak terbendung untuk menjuarai Liga Serie B. Del Piero dan bintang Juve lainnya, David Trezeguet, mencetak 35 gol untuk membawa Juve kembali ke Serie A. Dan mereka telah memenakgan lima gelar Serie A.

4 dari 4 halaman

John Terry

4. John Terry

John Terry adalah Mr Chelsea. Dia menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama. Direkrut dari West Ham pada musim panas 1995, Terry telah membantu Chelsea memenangkan sejumlah gelar sebagai kapten tim. Tapi, awal tahun ini masa depan Terry menjadi tanda tanya.

Bermain sebagai bek tengah, permainan Terry masih mengagumkan. Meski demikian, usianya sudah tidak muda lagi, yakni 35 tahun.

Terry menegaskan cintanya untuk Chelsea dan keinginannya bertahan di Stamford Bridge. Akan tetapi, selama beberapa bulan seolah-olah kerjasama Chelsea dan Terry akan berakhir.

Terry mendapat penawaran besar dari sejumlah klub Liga Super China. Namun, ia memutuskan menandatangani kontrak baru dengan juara Liga Champions 2012. Padahal, Terry kini hanya mendapat gaji sepertiga dari gaji sebelumnya. Ini membuktikan jika Chelsea sangat berarti baginya.

**Ingin mendapatkan informasi terbaru tentang Ramadan, bisa dibaca di sini.