Sukses

Wujudkan 2.5 Juta Wirausaha Pertanian, Kementan akan Kukuhkan 2000 DPM/DPA

Liputan6.com, Jakarta Generasi milenial sebagai bonus demografi di lndonesia tumbuh bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Bonus demografi dicirikan dengan dominannya jumlah penduduk usia produktif dibandingkan penduduk usia nonproduktif.

Dengan latar situasi teknologi seperti itu, generasi milenial memiliki ciri kreatif, inovatif, memiliki passion, dan produktif. Generasi milenial pun melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan.

Ini yang mendorong generasi milenial menjadi sangat dinamis dan ingin serba cepat dalam merealisasikan sesuatu. Di sisi lain, generasi ini juga terbuka terhadap pemikiran baru, kritis, dan berani. Oleh karena itu, generasi milenial dapat menciptakan peluang baru bisnis pertanian seiring dengan kebutuhan di masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir.

Untuk menggaet bonus demografi generasi milenial, Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengukuhkan 2.000 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) Pembangunan Pertanian yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia pada 6 Agustus 2021 bertempat di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, Jawa Barat.

DPM/DPA dibentuk oleh Kementan dengan tujuan meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian. DPM dan DPA memiliki bidang usaha yang sangat bervariasi seperti budidaya hortikultura, budidaya tanaman pangan, budidaya ternak, pengolahan hasil pertanian/ peternakan/perkebunan, jasa alat mesin pertanian hingga agroeduwisata.

Keberhasilan usaha dari DPM dan DPA diharapkan dapat memberikan motivasi kepada generasi milenial untuk terjun berusaha di bidang pertanian dan berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo sangat mendukung kegiatan ini dengan hadir secara langsung untuk mengukuhkan DPM/DPA. Pengukuhan DPM/DPA ini juga didukung penuh oleh Menteri Koordinator Perekonomian, dan akan dihadiri oleh pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, perbankan, praktisi usaha pertanian secara langsung maupun secara virtual.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan DPM/DPA merupakan salah satu program yang diusung Kementan untuk melahirkan pengusaha petani millenial.

"Program ini beriringan dengan program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani, Pendidikan Vokasi, Kostratani, Program IPDMIP dan Program YESS,” terang Dedi.

Dedi meyakini Kiprah Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan diyakini dapat menjadi pengungkit regenerasi petani yang adaptif teknologi serta mewujudkan target 2.5 juta pengusaha pertanian mendukung ketahanan pangan nasional.