Raja Nepal Akan Menggunakan KAA untuk Klarifikasi

Raja Nepal Gyanendra kemungkinan menggunakan KAA untuk menggalang dukungan dan menjelaskan alasan penetapan status keadaan darurat negaranya. KAA juga akan digunakan Cina-Jepang untuk memperbaiki hubungan.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 April 2005, 09:16 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah negara akan menggunakan Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk menjelaskan kondisi negara masing-masing atau mendapatkan dukungan. Raja Gyanendra dari Nepal, misalnya, diperkirakan akan menggalang dukungan dan menjelaskan alasan membubarkan pemerintahan dan penetapan negaranya dalam keadaan darurat. Demikian informasi yang dihimpun SCTV di Jakarta, Kamis (21/4).

Meski berfokus pada mempererat hubungan antara Asia dan Afrika, KAA juga akan diwarnai sejumlah pertemuan bilateral. Presiden Cina Hu Jintao kemungkinan akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi untuk membicarakan hubungan kedua negara yang saat ini sangat buruk. Kemungkinan pertemuan ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Jepang Nobutaka Machimura, meski tak menyebutkan jadwal pasti.

Sejauh ini, sebagian peserta telah tiba di Jakarta. Antara lain Presiden Cina Hu Jintao, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, dan PM Thailand Thaksin Shinawatra. Sementara dari Afrika, sudah tiba Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dan Presiden Sudan Umar Hassan Ahmad al Bashir. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan juga sudah tiba dan mengadakan pertemuan khusus membahas reformasi di tubuh PBB [baca: Presiden Yudhoyono Bertemu Delegasi KAA].(YAN/Rcm)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya