Liputan6.com, Ambon: Mahasiswa Universitas Pattimura, Ambon, mendesak Kepala Kepolisian Daerah Maluku Brigadir Jenderal Polisi Adityawarman menindak polisi yang terlibat bentrokan di kampus mereka. Desakan diutarakan mahasiswa saat berunjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (20/4) siang. Ketika itu Adityawarman sedang bertemu Gubernur Karel Albert Ralahalu.
Di hadapan demonstran, Adityawarman mengatakan, belum bisa mengambil tindakan apa pun. Alasannya masih mempelajari kasus yang terjadi di Universitas Pattimura. Tapi dia berjanji akan menindaklanjuti laporan mahasiswa.
Bentrok di Kampus Universitas Pattimura bermula saat sejumlah anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Pattimura menggelar sweeping di dalam kampus. Mereka ingin mensterilkan kampus menjelang hari ulang tahun ke-55 Republik Maluku Selatan, 25 April mendatang.
Tapi, Brigadir Polisi Dua Dominggus Maspaitella yang kebetulan berada di dalam kampus tak mau diperiksa. Keributan terjadi. Dominggus kemudian memanggil teman-temannya sehingga bentrokan terbuka tak bisa dihindari [baca: Mahasiswa Universitas Pattimura Bentrok dengan Polisi].(ICH/Sahlan Heluth dan Juhri Samanery)
Di hadapan demonstran, Adityawarman mengatakan, belum bisa mengambil tindakan apa pun. Alasannya masih mempelajari kasus yang terjadi di Universitas Pattimura. Tapi dia berjanji akan menindaklanjuti laporan mahasiswa.
Bentrok di Kampus Universitas Pattimura bermula saat sejumlah anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Pattimura menggelar sweeping di dalam kampus. Mereka ingin mensterilkan kampus menjelang hari ulang tahun ke-55 Republik Maluku Selatan, 25 April mendatang.
Tapi, Brigadir Polisi Dua Dominggus Maspaitella yang kebetulan berada di dalam kampus tak mau diperiksa. Keributan terjadi. Dominggus kemudian memanggil teman-temannya sehingga bentrokan terbuka tak bisa dihindari [baca: Mahasiswa Universitas Pattimura Bentrok dengan Polisi].(ICH/Sahlan Heluth dan Juhri Samanery)