Liputan6.com, Bandung: Aktivitas Gunung Tangkuban Perahu di perbatasan Kabupaten Bandung dan Subang, Jawa Barat, masih menunjukkan peningkatan dengan status siaga level satu. Berdasarkan hasil pemantauan pos pengamatan Kamis (14/4) dari pukul 05.50 WIB hingga 09.09 WIB, sudah terjadi 17 kali gempa vulkanik dengan kekuatan yang masih kecil. Kemarin, pos pengamatan yang berjarak sekitar lima kilometer dari kawah ini juga mencatat terjadinya gempa vulkanik lebih dari 100 kali pada kisaran 2 skala Richter. Peningkatan aktivitas ini sendiri sudah terjadi sejak Selasa silam.
Getaran gempa vulkanik ini disertai pula semburan asap dari sejumlah kawah Tangkuban Perahu dengan warna asap putih keabu-abuan. Semburan asap berlangsung terus-menerus. Asap semburan ini telah menutup sebagian kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Kendati demikian, semburan itu tak disertai bunyi letupan yang biasanya mengiringi peningkatan aktivitas gunung berapi.
Di lain pihak, tim dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Bandung terus memantau Gunung Tangkuban Perahu. Hari ini, tim dari Direktorat Vulkanologi memasang tiga alat pemantau kekuatan gas di lereng Tangkuban Perahu. Pemasangan alat ini bertujuan mengetahui dan memantau perubahan yang terjadi di sejumlah kawah gunung berapi tersebut.
Sekadar diketahui, gunung setinggi 2.084 meter dari atas permukaan laut itu memiliki banyak kawah. Masing-masing Kawah Ratu, Upas, Baru, Lanang, Ecoma, Jurig, Siluman, Domas, Jarian, dan Pangguyangan Badak.
Sejauh ini, peningkatan aktivitas gunung belum mengganggu kegiatan warga sekitar dan bahkan mereka belum mengungsi. Tapi, taman wisata alam di kawasan gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung dan Subang ini sudah ditutup untuk sementara. Puluhan pedagang di sana yang umumnya menjual suvenir dan makanan sudah memindahkan barang-barang mereka. Sedangkan bangunan kios dibiarkan tetap berdiri [baca: Aktivitas Gunung Tangkuban Perahu Meningkat].(ORS/Taufik Hidayat)
Getaran gempa vulkanik ini disertai pula semburan asap dari sejumlah kawah Tangkuban Perahu dengan warna asap putih keabu-abuan. Semburan asap berlangsung terus-menerus. Asap semburan ini telah menutup sebagian kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Kendati demikian, semburan itu tak disertai bunyi letupan yang biasanya mengiringi peningkatan aktivitas gunung berapi.
Di lain pihak, tim dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Bandung terus memantau Gunung Tangkuban Perahu. Hari ini, tim dari Direktorat Vulkanologi memasang tiga alat pemantau kekuatan gas di lereng Tangkuban Perahu. Pemasangan alat ini bertujuan mengetahui dan memantau perubahan yang terjadi di sejumlah kawah gunung berapi tersebut.
Sekadar diketahui, gunung setinggi 2.084 meter dari atas permukaan laut itu memiliki banyak kawah. Masing-masing Kawah Ratu, Upas, Baru, Lanang, Ecoma, Jurig, Siluman, Domas, Jarian, dan Pangguyangan Badak.
Sejauh ini, peningkatan aktivitas gunung belum mengganggu kegiatan warga sekitar dan bahkan mereka belum mengungsi. Tapi, taman wisata alam di kawasan gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung dan Subang ini sudah ditutup untuk sementara. Puluhan pedagang di sana yang umumnya menjual suvenir dan makanan sudah memindahkan barang-barang mereka. Sedangkan bangunan kios dibiarkan tetap berdiri [baca: Aktivitas Gunung Tangkuban Perahu Meningkat].(ORS/Taufik Hidayat)