Liputan6.com, Jakarta: Bank Indonesia mengetatkan kebijakan moneter untuk mengendalikan tingkat inflasi. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menaikkan suku bunga sertifikat BI (SBI) secara bertahap. Demikian dikatakan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Burhanuddin, dengan menaikkan suku bunga SBI, BI juga menyerap kelebihan likuiditas perbankan. Langkah ini diharapkan bisa mengendalikan inflasi, meski saat ini inflasi sebesar 8,8 persen dan nilai tukar rupiah yang lemah dan hampir mencapai Rp 9.500 per US dolar.
Beberapa hari silam, Deputi Gubernur BI Maulana Ibrahim sempat mengatakan, suku bunga SBI yang naik akan menarik jumlah uang beredar karena masyarakat akan lebih tertarik menyimpan dananya di bank. BI juga berharap dapat menyerap likuiditas sebesar Rp 74 triliun [baca: Suku Bunga SBI Meningkat].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Burhanuddin, dengan menaikkan suku bunga SBI, BI juga menyerap kelebihan likuiditas perbankan. Langkah ini diharapkan bisa mengendalikan inflasi, meski saat ini inflasi sebesar 8,8 persen dan nilai tukar rupiah yang lemah dan hampir mencapai Rp 9.500 per US dolar.
Beberapa hari silam, Deputi Gubernur BI Maulana Ibrahim sempat mengatakan, suku bunga SBI yang naik akan menarik jumlah uang beredar karena masyarakat akan lebih tertarik menyimpan dananya di bank. BI juga berharap dapat menyerap likuiditas sebesar Rp 74 triliun [baca: Suku Bunga SBI Meningkat].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)