Liputan6.com, Banten: Murid-murid Sekolah Dasar Negeri Nambo Udik di Kampung Pasir Mindi, Cikande, Serang, Banten resah. Sudah lima tahun lebih para murid belajar di antara reruntuhan gedung sekolah. Mereka makin khawatir bangunan yang tersisa ambruk seperti tiga dinding yang roboh, baru-baru ini.
Saat ini, jumlah murid SDN Nambo Udik berjumlah 325 orang. Sejumlah murid terpaksa duduk berimpitan di satu kursi karena minimnya sarana. Kendati kondisi buruk, kegiatan belajar tetap dilaksanakan.
SDN Nambo Udik dibangun 1960 tanpa memakai semen sebagai bahan perekat. Lantaran itulah, bagian demi bagian dari bangunan mudah roboh. Jika hujan turun deras atau angin kencang sekolah diliburkan. Menurut Kepala Sekolah SDN Nambo Udik, Hasan Basri, sejak sekolah berdiri belum pernah direnovasi. Hasan mengaku sudah tiga kali meminta bantuan, tapi belum juga mendapat jawaban.(KEN/Ariel Maranoes)
Saat ini, jumlah murid SDN Nambo Udik berjumlah 325 orang. Sejumlah murid terpaksa duduk berimpitan di satu kursi karena minimnya sarana. Kendati kondisi buruk, kegiatan belajar tetap dilaksanakan.
SDN Nambo Udik dibangun 1960 tanpa memakai semen sebagai bahan perekat. Lantaran itulah, bagian demi bagian dari bangunan mudah roboh. Jika hujan turun deras atau angin kencang sekolah diliburkan. Menurut Kepala Sekolah SDN Nambo Udik, Hasan Basri, sejak sekolah berdiri belum pernah direnovasi. Hasan mengaku sudah tiga kali meminta bantuan, tapi belum juga mendapat jawaban.(KEN/Ariel Maranoes)