Liputan6.com, Jakarta: Dua belas dokter spesialis dari sejumlah negara akan berusaha memisahkan bayi kembar siam, Anggi dan Angeli, pada 14 Mei mendatang di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura. Keputusan tersebut diumumkan dokter Tan Kai Cha, salah seorang anggota tim dokter yang akan mengoperasi Anggi dan Angeli, di Jakarta, Senin (11/4). Menurut dia, operasi pemisahan adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kedua bayi asal Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
Tan Kai Cha juga mengatakan, Anggi dan Angeli memiliki kesempatan besar untuk hidup secara normal. "Kami merasa yakin akan keselamatan Anggi setelah operasi," kata dia. Tan Kai Cha menambahkan, tubuh kedua bayi ini hanya menyatu dari bagian perut hingga kemaluan. Hal ini berbeda dengan bayi kembar asal Italia, Mino dan Mario, yang dempet sejak dada hingga bagian kemaluan.
Namun, hasil diagnosa menunjukkan adanya kelainan pada jantung Anggi dan Angeli. Apabila letak jantung Anggi ada di sebelah kanan, maka jantung Angeli mengalami kebocoran. Selain itu, keduanya hanya memiliki satu ginjal dan satu saluran kemaluan yang sekaligus berfungsi seperti anus. Untuk membantu kedua bayi ini mengeluarkan kotoran, tim dokter dari RS Gleneagles, Singapura, membuatkan lubang pembuangan sementara. Selain Tan Kai Cha, operasi pemisahan akan melibatkan Dr. Edward Kiely, spesialis bedah yang telah berhasil memisahkan 22 bayi kembar siam.
Sebelumnya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Jakarta Pusat, dan RSUD dokter Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, menolak melakukan operasi pemisahan. Alasannya, operasi itu berisiko tinggi dan bisa menyebabkan kematian [baca: Anggi dan Angeli Diberangkatkan ke Singapura](ZIZ/Cindy Agustina dan Julianus)
Tan Kai Cha juga mengatakan, Anggi dan Angeli memiliki kesempatan besar untuk hidup secara normal. "Kami merasa yakin akan keselamatan Anggi setelah operasi," kata dia. Tan Kai Cha menambahkan, tubuh kedua bayi ini hanya menyatu dari bagian perut hingga kemaluan. Hal ini berbeda dengan bayi kembar asal Italia, Mino dan Mario, yang dempet sejak dada hingga bagian kemaluan.
Namun, hasil diagnosa menunjukkan adanya kelainan pada jantung Anggi dan Angeli. Apabila letak jantung Anggi ada di sebelah kanan, maka jantung Angeli mengalami kebocoran. Selain itu, keduanya hanya memiliki satu ginjal dan satu saluran kemaluan yang sekaligus berfungsi seperti anus. Untuk membantu kedua bayi ini mengeluarkan kotoran, tim dokter dari RS Gleneagles, Singapura, membuatkan lubang pembuangan sementara. Selain Tan Kai Cha, operasi pemisahan akan melibatkan Dr. Edward Kiely, spesialis bedah yang telah berhasil memisahkan 22 bayi kembar siam.
Sebelumnya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Jakarta Pusat, dan RSUD dokter Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, menolak melakukan operasi pemisahan. Alasannya, operasi itu berisiko tinggi dan bisa menyebabkan kematian [baca: Anggi dan Angeli Diberangkatkan ke Singapura](ZIZ/Cindy Agustina dan Julianus)