Distribusi Bantuan untuk Nias Kurang Terkoordinasi

Ketua PMI Mar`ie Muhammad melihat masih banyak daerah yang terkena gempa belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Selain itu masalah air bersih mesti segera ditanggulangi.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 April 2005, 08:35 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Ketua Palang Merah Indonesia Mar`ie Muhammad menilai distribusi bantuan untuk korban gempa di Nias, Sumatra Utara, kurang terkoordinir. Akibatnya banyak warga di daerah terisolasi belum mendapat bantuan. Selain soal bantuan tersendat, kelangkaan air bersih pun mesti diatasi. Karena itulah, pemerintah diminta memberi dukungan dan bergerak cepat menjangkau daerah terpencil.

Kepada pers di Jakarta, Senin (4/4), Mar`ie mengaku khawatir dengan kondisi Nias Selatan dan Semeuleu, Nanggroe Aceh Darussalam, karena penduduk setempat terancam rawan pangan. Umumnya penduduk yang belum memperoleh bantuan saat ini berada di kawasan perbukitan. Mar`ie mengaku, pihaknya akan mengirim bahan makanan dalam waktu dekat.

Pengamatan Mar`ie boleh jadi benar. Tengok saja, keprihatinan warga Kecamatan Hiliduho dan Lolopitu sejak gempa terjadi belum sedikit pun mendapat bantuan. Padahal, jalan di kedua kecamatan itu terbilang masih baik. Sejumlah truk dilaporkan bisa melalui kawasan itu.

Ketika bantuan pertama datang dari Organisasi Migrasi Internasional, kemarin, warga langsung menyerbu. Maklumlah selama ini mereka hanya makan ubi jalar atau pisang hasil kebun. Sementara untuk membeli beras di warung tidak sanggup lagi lantaran harganya melangit sampai Rp 10 ribu per kilogram.

Selain bahan makanan warga Kecamatan Hiliduho dan Lolopitu juga menerima tenda untuk tidur. Para korban mengaku enggan tidur di dalam rumah karena khawatir gempa susulan. Pemerintah diminta lebih menaruh perhatian bukan hanya soal pemberian bantuan sesaat, tapi juga pemulihan kegiatan perekonomian.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya