Liputan6.com, Baghdad: Setelah melalui perdebatan sengit karena tarik ulur sejumlah fraksi, Parlemen Irak akhirnya menetapkan Hajem al Hasani sebagai Ketua Parlemen. Dalam sambutannya di Baghdad, baru-baru ini, Al-Hasani meminta seluruh warga bersatu dan mengesampingkan perbedaan kelompok.
Selain memilih ketua, Parlemen juga menunjuk deputi wakil ketua Parlemen, Hussain Shahristani dari kelompok Syiah dan politisi Kurdi, Arif Tayfor. Dengan terpilihnya ketua dan wakil Parlemen ini maka kemelut politik di Irak pascapemilu pada akhir Januari pun mereda [baca: Parlemen Irak Gagal Memilih Ketua].
Sesuai kesepakatan, kursi ketua parlemen akan diberikan pada kelompok Sunni. Sedangkan kelompok Kurdi memperoleh jatah kursi presiden dan kelompok Syiah--sebagai pemenang pemilihan umum, mendapat kursi perdana menteri.
Kini, Parlemen sudah bisa bekerja untuk mengangkat presiden dan wakil presiden. Selanjutnya, presiden akan menunjuk perdana menteri serta pembentukan kabinet. Tugas lain yang sudah menanti Parlemen ialah menyusun undang-undang dasar pada Oktober 2005 dan mempersiapkan pemilihan presiden tiga bulan kemudian.(JUM/Ijx)
Selain memilih ketua, Parlemen juga menunjuk deputi wakil ketua Parlemen, Hussain Shahristani dari kelompok Syiah dan politisi Kurdi, Arif Tayfor. Dengan terpilihnya ketua dan wakil Parlemen ini maka kemelut politik di Irak pascapemilu pada akhir Januari pun mereda [baca: Parlemen Irak Gagal Memilih Ketua].
Sesuai kesepakatan, kursi ketua parlemen akan diberikan pada kelompok Sunni. Sedangkan kelompok Kurdi memperoleh jatah kursi presiden dan kelompok Syiah--sebagai pemenang pemilihan umum, mendapat kursi perdana menteri.
Kini, Parlemen sudah bisa bekerja untuk mengangkat presiden dan wakil presiden. Selanjutnya, presiden akan menunjuk perdana menteri serta pembentukan kabinet. Tugas lain yang sudah menanti Parlemen ialah menyusun undang-undang dasar pada Oktober 2005 dan mempersiapkan pemilihan presiden tiga bulan kemudian.(JUM/Ijx)