Mayat Korban Gempa Diangkut dengan Sepeda Motor

Sejumlah penduduk membawa mayat korban gempa di Nias, Sumatra Utara, dengan sepeda motor. Sebagian besar penduduk meninggalkan rumah mereka yang hancur dan menyelamatkan diri ke wilayah pegunungan.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Maret 2005, 18:35 WIB
Liputan6.com, Nias: Duka menyelimuti hampir seluruh wilayah Nias, Sumatra Utara, yang diterjang gempa bumi berskala 8,7 Richter. Rumah-rumah penduduk yang rusak tampak tak berpenghuni. Pohon-pohon bertumbangan. Sebagian besar penduduk menyelamatkan diri ke pegunungan. Demikian pantauan SCTV dari pesawat Casa milik TNI Angkatan Laut di Pulau Nias, Selasa (29/3) sekitar pukul 15.30 WIB.

Sekitar sepuluh jenazah tampak di Bandar Udara Binaka, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, saat pesawat yang ditumpangi SCTV mendarat. Para korban tewas ini memang bekerja di sekitar bandara. Sementara itu, jalan-jalan di Pulau Nias banyak yang rusak. Sejumlah orang membawa jenazah dengan sepeda motor. Tidak ada mobil yang lewat karena persediaan bahan bakar minyak habis.

Tangis pilu menyeruak dari rumah-rumah penduduk yang kehilangan orang-orang terkasih serta menjadi korban gempa. Kebanyakan korban tewas adalah anak-anak dan perempuan. Mereka tidak bisa menyelamatkan diri dari musibah yang terjadi saat kebanyakan penduduk tertidur. Sementara banyak korban yang terluka karena tertindih reruntuhan bangunan.

Pemerintah Kabupaten Nias memperkirakan jumlah korban tewas mencapai angka 1.000. Sejauh ini, belum ada pesawat yang berani mendarat di Bandara Binaka karena landasan rusak dan retak-retak. Hanya pesawat sejenis Casa--yang tidak membutuhkan landasan panjang--yang bisa dan sudah mendarat. Hingga kini, Pulau Nias masih lumpuh. Saluran komunikasi dan transportasi terputus. Listrik juga mati. Bantuan bagi para korban juga belum bisa masuk ke lokasi bencana [baca: Gempa Melumpuhkan Kota Gunung Sitoli].(TNA/Erica Panjaitan dan Satya Pandia)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya