Liputan6.com, Nias: Situasi Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sumatra Utara, sangat memprihatinkan setelah diguncang gempa berkekuatan 8,7 skala Richter. Hampir seluruh bangunan rumah dan kantor rata dengan tanah. Ruas-ruas jalan dan jembatan juga hancur diamuk gempa. Saat ini, Kota Gunung Sitoli berada dalam keadaan lumpuh total. Seluruh sarana komunikasi dan listrik mati. "Sekitar 95 persen [sarana kota] hancur," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Nias R. Zebua dalam telewicara dengan SCTV, Selasa (29/3).
Zebua menambahkan, kerusakan akibat gempa sangat dahsyat. Hingga saat ini, pihaknya belum bisa mendata jumlah korban dan kerusakan akibat gempa kemarin malam. Namun yang pasti, kerusakan merata di seluruh Pulau Nias [baca: Kabupaten Gunung Sitoli Terparah].
Selain itu, wilayah Gunung Sitoli terisolasi karena Bandar Udara Binaka rusak berat. Tim penanggulangan bencana gagal mendarat di Gunung Sitoli. Satu-satunya jalan masuk menuju Kota Gunung Sitoli adalah melalui jalan darat. Itu pun dengan kondisi jalan dan jembatan yang hancur. Tim ini diperkirakan tiba Rabu besok.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Zebua menambahkan, kerusakan akibat gempa sangat dahsyat. Hingga saat ini, pihaknya belum bisa mendata jumlah korban dan kerusakan akibat gempa kemarin malam. Namun yang pasti, kerusakan merata di seluruh Pulau Nias [baca: Kabupaten Gunung Sitoli Terparah].
Selain itu, wilayah Gunung Sitoli terisolasi karena Bandar Udara Binaka rusak berat. Tim penanggulangan bencana gagal mendarat di Gunung Sitoli. Satu-satunya jalan masuk menuju Kota Gunung Sitoli adalah melalui jalan darat. Itu pun dengan kondisi jalan dan jembatan yang hancur. Tim ini diperkirakan tiba Rabu besok.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)