Presiden Memerintahkan Langkah Tanggap Darurat

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan langkah tanggap darurat sebagai tindak lanjut terjadinya gempa di kawasan pantai barat Sumut. Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat koordinasi membahas gempa.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Maret 2005, 14:31 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan langkah tanggap darurat sebagai tindak lanjut terjadinya gempa bumi di Pulau Nias, Sumatra Utara. Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (29/3), juga memimpin rapat koordinasi membahas penanganan bencana tersebut [baca: Sumut Diguncang Gempa 8,2 Skala Richter ].

Rapat dihadiri sejumlah menteri terkait. Seperti Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani, dan Kepala Polri Jenderal Da`i Bachtiar. Rapat berlangsung sekitar satu jam. Rapat juga memutuskan untuk mengirim Menkes Siti Fadilah Supari dan Mensos Bachtiar Chamsyah untuk secara langsung melihat kondisi wilayah pascagempa bumi.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menginformasikan bahwa Presiden Susilo berniat menunda lawatan ke tiga negara yang rencananya dilakukan besok. Sudi juga menuturkan, hingga kini, pemerintah belum bisa memastikan secara pasti berapa jumlah korban. Sebab prioritas pertama adalah segera mengevakuasi para korban.

Selain itu, Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi yang semula ada di Nanggroe Aceh Darussalam telah diminta untuk ke Pulau Nias dan lokasi bencana lainnya. Para tim dokter yang bertugas di berbagai pos koordinasi juga ikut diminta terjun ke kawasan itu. Berbagai peralatan perhubungan pun dikirimkan. Hal itu dinyatakan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan A Djalil di Jakarta.

Sofyan juga menuturkan kesulitan yang kini menghadang adalah rusaknya bandar udara di Gunung Sitoli sehingga tak bisa digunakan untuk pendaratan pesawat [baca: Kabupaten Gunung Sitoli Terparah]. Karena itu, helikopter yang ada di posko Aceh akan dipindahkan ke Medan, Sumut. Ini nantinya untuk mengirimkan bala bantuan ke Gunung Sitoli. Selain itu, Departemen Keuangan juga telah mengirimkan Dirjen Anggaran untuk menghitung jumlah kerugian.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya