Kereta Batubara Masuk Jurang, Delapan Terluka

Kecelakaan kembali menimpa KA Babaranjang yang mengangkut batubara dari PT Bukit Asam di Sumatra Selatan ke PLTU Suralaya, Banten. Tidak ada korban jiwa dalam kecalaan itu namun delapan petugas lokomotif luka-luka.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Maret 2005, 13:22 WIB
Liputan6.com, Palembang: Lima gerbong dan dua lokomotif Kereta Api Babaranjang yang membawa batubara, Ahad (20/3), masuk jurang sedalam 15 meter antara Muara Enim dan Kecamatan Tanjungenim, Sumatra Selatan. Penyebab kecelakaan diduga karena hujan deras yang menyebabkan tanah longsor sehingga rel menjadi labil.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, delapan orang petugas lokomotif menderita luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit A.K. Gani Palembang. Empat di antara korban sudah diizinkan pulang.

Rangkaian KA Babaranjang sampai saat ini masih di dalam jurang. Petugas PT Kereta Api Indonesia terus berupaya mengangkat rangkaian gerbong. Dari tujuh rangkaian, tiga gerbong di antaranya sudah dapat diangkat.

April 2003, enam gerbong KA Babaranjang juga anjlok dan terperosok ke jurang di lintasan rel kereta kawasan Garuntang, Bandar Lampung, Lampung. Tak ada korban dalam peristiwa ini. Namun, gerbong kereta yang membawa muatan 300 ton batubara untuk PLTU Suralaya dan rel sepanjang 100 meter rusak berat [baca: Gerbong Kereta Api Babaranjang Anjlok di Lampung].(YYT/Ajmal Rokian dan Yanuar Ihrom)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya