Liputan6.com, Surabaya: Astini telah dieksekusi. Namun Syafirin--suami terpidana mati kasus mutilasi itu--sudah meninggalkan rumah sewaan di Jalan Demak Timur, Gang 11, Surabaya, Jawa Timur, sejak Ahad (20/3) pagi. Kepada beberapa tetangganya, Syafirin mengatakan hendak pergi ke Masjid Agung, Surabaya. Sebaliknya, kepada tetangga lain, Syafirin yang pergi bersama putra sulungnya--Pinda Widiarto--mengaku akan pulang ke kampungnya di Lamongan, Jatim.
Seiring dengan kepergian Syafirin, hingga siang tadi, belum ada seorang pun sanak keluarga Astini yang berziarah ke kuburannya di Tempat Pemakaman Umum Wonokusumo. Yang ada hanyalah sekumpulan warga yang ingin menyaksikan kuburan Astini. Sedangkan warga Jalan Demak Timur belum berencana menggelar pengajian atau tahlilan usai kematian Astini di depan regu tembak Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jatim dini hari tadi [baca: Astini Dieksekusi].
Sementara pengacara Astini, Ida Sampit Karokaro mengatakan, sebelum dieksekusi kliennya menyampaikan sejumlah pesan kepada keluarganya. Disebutkan, Astini berharap kepada Syafirin agar kuat, tabah, dan sabar mendidik anak dan sayang terhadap para cucu. Ia juga berpesan agar anak-anaknya selalu rukun. Tak lupa melalui Ida, Astini menitipkan sejumlah uang yang ketika itu disimpan di Rumah Tahanan Medaeng, Sidoarjo untuk diberikan kepada Lastri, anaknya yang baru saja melahirkan [baca: Permintaan Terakhir Astini Terpenuhi].
Di tempat terpisah, beberapa jam setelah Astini dieksekusi mati, puluhan rekan terpidana di Lembaga Pemasyarakatan Sukun, Malang, Jatim, menggelar salat gaib. Usai salat, suasana duka masih tampak kental. Bahkan di antara mereka ada yang tak kuasa membendung air mata. Kesedihan bertambah saat surat Yasin dibacakan bagi almarhumah Astini.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)
Seiring dengan kepergian Syafirin, hingga siang tadi, belum ada seorang pun sanak keluarga Astini yang berziarah ke kuburannya di Tempat Pemakaman Umum Wonokusumo. Yang ada hanyalah sekumpulan warga yang ingin menyaksikan kuburan Astini. Sedangkan warga Jalan Demak Timur belum berencana menggelar pengajian atau tahlilan usai kematian Astini di depan regu tembak Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jatim dini hari tadi [baca: Astini Dieksekusi].
Sementara pengacara Astini, Ida Sampit Karokaro mengatakan, sebelum dieksekusi kliennya menyampaikan sejumlah pesan kepada keluarganya. Disebutkan, Astini berharap kepada Syafirin agar kuat, tabah, dan sabar mendidik anak dan sayang terhadap para cucu. Ia juga berpesan agar anak-anaknya selalu rukun. Tak lupa melalui Ida, Astini menitipkan sejumlah uang yang ketika itu disimpan di Rumah Tahanan Medaeng, Sidoarjo untuk diberikan kepada Lastri, anaknya yang baru saja melahirkan [baca: Permintaan Terakhir Astini Terpenuhi].
Di tempat terpisah, beberapa jam setelah Astini dieksekusi mati, puluhan rekan terpidana di Lembaga Pemasyarakatan Sukun, Malang, Jatim, menggelar salat gaib. Usai salat, suasana duka masih tampak kental. Bahkan di antara mereka ada yang tak kuasa membendung air mata. Kesedihan bertambah saat surat Yasin dibacakan bagi almarhumah Astini.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)