Liputan6.com, Bucaramanga: Oscar Sisman dari Bucaramanga, sebelah timur Kolombia, bertekad tinggal di dalam sebuah sangkar gantung selama 80 jam. Selama itu, Sisman akan bertahan hidup hanya dengan air dan suplemen vitamin yang diberikan setiap 24 jam. Aksi Sisman rencananya akan berakhir, Kamis (17/3), pukul 20.00 waktu setempat.
Dalam aksinya, Sisman akan mengenakan rantai sebagai simbol protes atas nasib 3.000 korban penculikan yang masih disandera di Kolombia. Meski tak seorang perwakilan dari Guinness Book of Records yang menyaksikan pemecahan rekornya, Sisman telah meminta Federasi Sulap Amerika Selatan untuk mengesahkan aksinya.
Sebelumnya Sisman yang menyebut dirinya pesulap dan ilusionis telah berlatih diet super ketat untuk melakukan aksinya itu. Aksi ini juga dilakukan Sisman setelah terinsipirasi dari keberhasilan pesulap dari Inggris David Blaine selama 44 hari tergantung di atas Sungai Thames, London [baca: David Blaine 44 Hari Tanpa Makan].(ZIZ/RLA)
Dalam aksinya, Sisman akan mengenakan rantai sebagai simbol protes atas nasib 3.000 korban penculikan yang masih disandera di Kolombia. Meski tak seorang perwakilan dari Guinness Book of Records yang menyaksikan pemecahan rekornya, Sisman telah meminta Federasi Sulap Amerika Selatan untuk mengesahkan aksinya.
Sebelumnya Sisman yang menyebut dirinya pesulap dan ilusionis telah berlatih diet super ketat untuk melakukan aksinya itu. Aksi ini juga dilakukan Sisman setelah terinsipirasi dari keberhasilan pesulap dari Inggris David Blaine selama 44 hari tergantung di atas Sungai Thames, London [baca: David Blaine 44 Hari Tanpa Makan].(ZIZ/RLA)