Liputan6.com, Bukarest: Udara dingin dan badai salju dalam beberapa hari terakhir ini melanda sejumlah kawasan di Rumania dan Korea Selatan. Serangan cuaca dingin ini telah merenggut korban jiwa dan melumpuhkan jalur transportasi. Suhu udara di Ibu Kota Rumania, Bukarest, Ahad (6/3), dilaporkan mencapai minus 36 derajat Celcius. Suhu ini merupakan yang terendah sejak 1932.
Di Rumania Barat, salju disertai angin kencang menyebabkan aliran listrik terputus dan gangguan pada jalur transportasi. Tiga orang dilaporkan tewas, termasuk bayi berusia satu bulan akibat kedinginan. Gelombang udara dingin juga menyebabkan Laut Hitam membeku serta melumpuhkan aktivitas di Bandar Udara Traian Vuian. Para pakar cuaca setempat memperkirakan cuaca dingin akan terus berlanjut.
Dari Korsel dilaporkan hujan salju menerpa bagian timur negeri itu selama tiga hari berturut-turut. Akibatnya sejumlah sekolah terpaksa ditutup. Tumpukan salju juga membuat transportasi darat maupun udara terganggu. Para nelayan tidak dapat melaut akibat cuaca dingin. Bahkan sedikitnya empat kapal tenggelam.
Di beberapa tempat, seperti di Kangnung, ketebalan salju mencapai 50 sentimeter. Sedangkan di tempat lainnya ketebalan salju berkisar 20 cm hingga 40 cm. Hujan salju yang melanda Korsel kali ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Cuaca buruk juga mendera kawasan Eropa. Hawa dingin dan timbunan salju mengacaukan arus lalu lintas di banyak negara [baca: Salju Tebal Kian Menyelimuti Eropa]. Di Belanda, hawa dingin dan kabut tebal menyebabkan kecelakaan beruntun. Di Italia, suhu udara turun drastis. Salju menyelimuti bagian utara dan tengah Negeri Pizza itu. Akibatnya sekolah-sekolah ditutup dan sepertiga jadwal penerbangan di dua bandar udara di Milan dibatalkan.(DEN/Yoh)
Di Rumania Barat, salju disertai angin kencang menyebabkan aliran listrik terputus dan gangguan pada jalur transportasi. Tiga orang dilaporkan tewas, termasuk bayi berusia satu bulan akibat kedinginan. Gelombang udara dingin juga menyebabkan Laut Hitam membeku serta melumpuhkan aktivitas di Bandar Udara Traian Vuian. Para pakar cuaca setempat memperkirakan cuaca dingin akan terus berlanjut.
Dari Korsel dilaporkan hujan salju menerpa bagian timur negeri itu selama tiga hari berturut-turut. Akibatnya sejumlah sekolah terpaksa ditutup. Tumpukan salju juga membuat transportasi darat maupun udara terganggu. Para nelayan tidak dapat melaut akibat cuaca dingin. Bahkan sedikitnya empat kapal tenggelam.
Di beberapa tempat, seperti di Kangnung, ketebalan salju mencapai 50 sentimeter. Sedangkan di tempat lainnya ketebalan salju berkisar 20 cm hingga 40 cm. Hujan salju yang melanda Korsel kali ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Cuaca buruk juga mendera kawasan Eropa. Hawa dingin dan timbunan salju mengacaukan arus lalu lintas di banyak negara [baca: Salju Tebal Kian Menyelimuti Eropa]. Di Belanda, hawa dingin dan kabut tebal menyebabkan kecelakaan beruntun. Di Italia, suhu udara turun drastis. Salju menyelimuti bagian utara dan tengah Negeri Pizza itu. Akibatnya sekolah-sekolah ditutup dan sepertiga jadwal penerbangan di dua bandar udara di Milan dibatalkan.(DEN/Yoh)