Liputan6.com, Fuxin: Sedikitnya 200 penambang meninggal akibat ledakan gas yang terjadi di Tambang Sunjiawan di Kota Fuxin, Provinsi Liaoning, Cina, Senin (14/2) sore waktu setempat. Selain korban tewas, 22 penambang cedera dan 13 lainnya terperangkap di dalam tambang sedalam 242 meter dari permukaan tanah.
Hingga kini penyebab kecelakaan tambang terbesar di Negeri Tirai Bambu sejak 1949 ini masih terus diselidiki. Menurut salah seorang manajer lapangan Tambang Sunjiawan, ledakan terjadi sekitar sepuluh menit setelah sebuah gempa bumi mengguncang tambang itu.
Industri tambang batu bara di Cina memang sangat rawan kecelakaan. Tercatat sekitar 5.000 orang tewas dalam berbagai kecelakaan di tambang yang terjadi setahun silam. Salah satunya terjadi di tambang batu bara Chenjiashan di Shaanxi. Sebanyak 166 orang tewas dalam kecelakaan itu [baca: Cina Memperkirakan 166 Pekerja Tambang Tewas].
Banyaknya kasus kecelakaan ini, membuat pemerintah Cina terus menertibkan ribuan tambang kecil yang ada. Namun kebutuhan energi dan keuntungan yang tinggi membuat para operator tambang tak mengindahkan perintah untuk menutup lubang tambang yang membahayakan itu.(JUM/Uri)
Hingga kini penyebab kecelakaan tambang terbesar di Negeri Tirai Bambu sejak 1949 ini masih terus diselidiki. Menurut salah seorang manajer lapangan Tambang Sunjiawan, ledakan terjadi sekitar sepuluh menit setelah sebuah gempa bumi mengguncang tambang itu.
Industri tambang batu bara di Cina memang sangat rawan kecelakaan. Tercatat sekitar 5.000 orang tewas dalam berbagai kecelakaan di tambang yang terjadi setahun silam. Salah satunya terjadi di tambang batu bara Chenjiashan di Shaanxi. Sebanyak 166 orang tewas dalam kecelakaan itu [baca: Cina Memperkirakan 166 Pekerja Tambang Tewas].
Banyaknya kasus kecelakaan ini, membuat pemerintah Cina terus menertibkan ribuan tambang kecil yang ada. Namun kebutuhan energi dan keuntungan yang tinggi membuat para operator tambang tak mengindahkan perintah untuk menutup lubang tambang yang membahayakan itu.(JUM/Uri)