Liputan6.com, Jakarta: Perekonomian Indonesia di tahun 2001 dinilai Bank Indonesia masih akan menghadapi tujuh tantangan berat. Apabila tantangan pemulihan yang baru berjalan selama 2,5 bulan itu tak diatasi dengan baik, dikhawatirkan pergerakan ekonomi nasional akan semakin lambat. Memang, pascakrisis ekonomi sejak pertengahan tahun 1997, perekonomian Indonesia baru menunjukkan sedikit perbaikan pada awal 2001 ini. Hal ini diungkapkan Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution dalam laporan tahunan BI tahun 2000 yang dihadiri sejumlah bankir dan pengamat ekonomi di Jakarta, Kamis (16/3) pagi tadi.
Menurut Anwar, tujuh tantangan terberat yang mempengaruhi proses pemulihan ekonomi mesti ditanggap serius. Di antaranya adalah proses restrukturisasi perusahaan dan utang luar negeri swasta yang masih berjalan lambat. Belum lagi, pelaksanaan fungsi intermediasi perbankan selama ini tak berjalan normal.
Kendati demikian, Anwar tetap optimistis terhadap perbaikan ekonomi negeri ini. Sebab pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,5 menjadi 5,5 persen. Lantaran itulah Anwar mengaku, untuk mencapai sasaran tersebut, BI akan mempertahankan kebijakan moneter yang cenderung ketat dengan mengoptimalkan berbagai instrumen moneter.(ORS/Indi Rahmawati dan Bambang Triono)
Menurut Anwar, tujuh tantangan terberat yang mempengaruhi proses pemulihan ekonomi mesti ditanggap serius. Di antaranya adalah proses restrukturisasi perusahaan dan utang luar negeri swasta yang masih berjalan lambat. Belum lagi, pelaksanaan fungsi intermediasi perbankan selama ini tak berjalan normal.
Kendati demikian, Anwar tetap optimistis terhadap perbaikan ekonomi negeri ini. Sebab pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,5 menjadi 5,5 persen. Lantaran itulah Anwar mengaku, untuk mencapai sasaran tersebut, BI akan mempertahankan kebijakan moneter yang cenderung ketat dengan mengoptimalkan berbagai instrumen moneter.(ORS/Indi Rahmawati dan Bambang Triono)