Liputan6.com, Surabaya: Sumarno, seorang staf pengajar di laboratorium di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas 11 Maret Solo meninggal dunia saat mengikuti ujian S3, Selasa (8/2). Sumarno diduga terserang penyakit jantung. Sumarno terkulai di kursinya ketika menjawab pertanyaan dari tim penguji setelah membacakan disertasi berjudul "Hubungan Antara Obesitas dan Asam Urat Darah pada Wanita".
Kala Sumarmo menjawab pertanyaan dari penguji, ujian baru 30 menit digelar di Gedung Pascasarjana lantai III di Surabaya, Jawa Timur. Suasana berubah duka karena sedianya usai persidangan, keluarga Sumarmo akan mengadakan syukuran atas keberhasilan ayah empat anak itu meraih gelar S3. Tim penguji dipimpin Profesor Mandoyo Sukmo menyatakan Sumarno tetap lulus dengan predikat memuaskan.
Jenazah Sumarmo lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dokter Sutomo untuk divisum. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Sri Satiti, tiga orang putri, dan seorang putra. Keluarga akan menguburkan jasad Sumarmo di Solo setelah disemayamkan dahulu di rumah mereka di kawasan Banjarsari.(KEN/Nyoman Suparto dan Jon Dempo)
Kala Sumarmo menjawab pertanyaan dari penguji, ujian baru 30 menit digelar di Gedung Pascasarjana lantai III di Surabaya, Jawa Timur. Suasana berubah duka karena sedianya usai persidangan, keluarga Sumarmo akan mengadakan syukuran atas keberhasilan ayah empat anak itu meraih gelar S3. Tim penguji dipimpin Profesor Mandoyo Sukmo menyatakan Sumarno tetap lulus dengan predikat memuaskan.
Jenazah Sumarmo lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dokter Sutomo untuk divisum. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Sri Satiti, tiga orang putri, dan seorang putra. Keluarga akan menguburkan jasad Sumarmo di Solo setelah disemayamkan dahulu di rumah mereka di kawasan Banjarsari.(KEN/Nyoman Suparto dan Jon Dempo)