Liputan6.com, Tegal: Wabah diare meluas. Tak cukup menyerang Kota Tegal, penyakit perut ini juga berjangkit di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini. Ada tujuh pasien baru yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum dokter Soeselo Tegal. Dengan demikian jumlah pasien di Tegal mencapai 27 orang.
Sebanyak 16 pasien di antaranya diare dirawat di RS Islam Texin. Di RS ini, kondisi Mohammad Miko Aprianto, 10 tahun, yang sudah dirawat selama enam hari semakin buruk. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dokter Widodo mengatakan, jumlah penderita meningkat karena diare adalah penyakit yang biasa menyerang penduduk di daerah tropis, seperti Indonesia. Mencegah penyakit ini, warga diimbau selalu menjaga kebersihan lingkungan.
Diare juga menerjang Kabupaten Kupang, Belu, Flores Timur, dan Manggarai Barat di Nusatenggara Timur [baca: Diare Mengganas di Larantuka]. Di Kupang, Vito, bayi berusia tiga minggu, harus dibantu alat pernapasan karena sesak napas. Karena penyebaran penyakit yang merata ke seluruh daerah, pemerintah setempat telah menetapkan diare sebagai kejadian luar biasa.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Sebanyak 16 pasien di antaranya diare dirawat di RS Islam Texin. Di RS ini, kondisi Mohammad Miko Aprianto, 10 tahun, yang sudah dirawat selama enam hari semakin buruk. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dokter Widodo mengatakan, jumlah penderita meningkat karena diare adalah penyakit yang biasa menyerang penduduk di daerah tropis, seperti Indonesia. Mencegah penyakit ini, warga diimbau selalu menjaga kebersihan lingkungan.
Diare juga menerjang Kabupaten Kupang, Belu, Flores Timur, dan Manggarai Barat di Nusatenggara Timur [baca: Diare Mengganas di Larantuka]. Di Kupang, Vito, bayi berusia tiga minggu, harus dibantu alat pernapasan karena sesak napas. Karena penyebaran penyakit yang merata ke seluruh daerah, pemerintah setempat telah menetapkan diare sebagai kejadian luar biasa.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)