Liputan6.com, Anyer: Bencana Tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara, berdampak pada dunia pariwisata di Tanah Air termasuk di kawasan Banten. Sejak sebulan terakhir terjadi penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pantai Anyer dan Carita. Kondisi itu diperparah dengan beredarnya rumor akan terjadi Tsunami di dua objek wisata pantai tersebut. Demikian hasil pemantauan SCTV di kawasan Pantai Anyer dan Carita, baru-baru ini.
Menurut staf Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika Wilayah II Tangerang Jaya Murjaya, isu itu beredar setelah terjadi gempa bumi di Ujung Kulon, Banten. Meskipun bagian barat Jawa, termasuk Banten, sering terjadi gempa, intensitasnya kecil. Dan, sangat tidak benar gempa bumi di Ujung Kulon itu akan membawa gelombang pasang Tsunami.
Catatan BMG Tangerang menyebutkan, sejak tahun 1900 sampai sekarang di bagian barat Jawa termasuk Banten belum pernah terjadi bencana Tsunami. Jaya menjelaskan, ada beberapa syarat terjadinya Tsunami, yaitu kekuatan gempa di atas 6,5 skala Richter dan kedalaman gempa dangkal serta terjadi robekan dasar laut baik naik maupun turun.
Sepinya pengunjung ke kawasan Anyer, tentu berdampak pada penghasilan para pedagang di sana. Para pedagang asongan terlihat duduk-duduk menunggui dagangan mereka. Kios cenderamata yang berjejer di sepanjang pantai juga terlihat lengang. Mereka berharap isu Tsunami segera hilang dan Anyer kembali diserbu wisatawan.
Isu merugikan serupa terjadi di kawasan wisata Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, belum lama ini. Salah satu tujuan wisata di Tanah Pasundan itu langsung sepi dari kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara [baca: Isu Tsunami Berembus, Pangandaran Sepi]. Kondisi ini sempat mencemaskan warga sekitar yang mengandalkan kehidupan dari berjualan di kawasan pantai. Namun mereka tetap berharap primadona wisata di Ciamis ini kembali ramai. Mereka pun berkeyakinan Pantai Pengandaran tetap aman dikunjungi.(DEN/Pupu Saputra)
Menurut staf Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika Wilayah II Tangerang Jaya Murjaya, isu itu beredar setelah terjadi gempa bumi di Ujung Kulon, Banten. Meskipun bagian barat Jawa, termasuk Banten, sering terjadi gempa, intensitasnya kecil. Dan, sangat tidak benar gempa bumi di Ujung Kulon itu akan membawa gelombang pasang Tsunami.
Catatan BMG Tangerang menyebutkan, sejak tahun 1900 sampai sekarang di bagian barat Jawa termasuk Banten belum pernah terjadi bencana Tsunami. Jaya menjelaskan, ada beberapa syarat terjadinya Tsunami, yaitu kekuatan gempa di atas 6,5 skala Richter dan kedalaman gempa dangkal serta terjadi robekan dasar laut baik naik maupun turun.
Sepinya pengunjung ke kawasan Anyer, tentu berdampak pada penghasilan para pedagang di sana. Para pedagang asongan terlihat duduk-duduk menunggui dagangan mereka. Kios cenderamata yang berjejer di sepanjang pantai juga terlihat lengang. Mereka berharap isu Tsunami segera hilang dan Anyer kembali diserbu wisatawan.
Isu merugikan serupa terjadi di kawasan wisata Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, belum lama ini. Salah satu tujuan wisata di Tanah Pasundan itu langsung sepi dari kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara [baca: Isu Tsunami Berembus, Pangandaran Sepi]. Kondisi ini sempat mencemaskan warga sekitar yang mengandalkan kehidupan dari berjualan di kawasan pantai. Namun mereka tetap berharap primadona wisata di Ciamis ini kembali ramai. Mereka pun berkeyakinan Pantai Pengandaran tetap aman dikunjungi.(DEN/Pupu Saputra)