Rambut Poni dan Riasan Natural Tren 2005

Tren tata rias wajah bagi remaja putri 2005 cenderung pada warna-warna natural, yaitu abu-abu dan pink muda. Riasan wajah ini bisa digunakan di berbagai kesempatan dan sangat cocok untuk remaja-remaja aktif.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Februari 2005, 05:19 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pergantian tahun bagi para pengamat dan praktisi dunia kecantikan berdampak pada perubahan gaya. Tidak hanya tata rias wajah, perubahan gaya juga melanda model rambut, baik itu kasual maupun untuk acara-acara khusus. Warna-warna natural dan model rambut poni masih menjadi tren bagi anak muda di tahun 2005. Namun buat pesta, rambut palsu dengan warna cokelat keemasan menjadi pilihan remaja metropolitan. Pendapat itu disampaikan salah satu pakar tata rias Ibu Kota, Sugimartono di Jakarta, Jumat (4/2).

Sugimartono mengatakan, tren tata rias wajah bagi remaja putri tahun ini cenderung pada warna-warna natural, yaitu abu-abu dan pink muda. Tapi itu pun tergantung pada keperluan dan tekstur wajah serta warna kulit. Tren make up yang ditawarkan pemilik Sugi Salon ini bisa digunakan di berbagai kesempatan karena tidak terlalu mencolok warnanya. Sugimartono berpendapat tren itu sangat cocok untuk remaja-remaja aktif. "Lebih hidup," jelas Sugimartono.

Sementara untuk tren rambut 2005, bagi remaja putri yang suka tampil modis, model poni penuh atau separuh masih menjadi idola. Sedangkan warna rambut cokelat keemasan. Bagi pelajar yang belum boleh mewarnai rambut, Sugimartono mempunyai trik khusus. Para pelajar bisa mengenakan rambut palsu yang telah dicat terlebih dahulu dengan warna kuning emas.

Sugimartono adalah praktisi rias wajah dan rambut keturunan Timor dan Jawa yang memulai karier rias merias sejak 1975 secara otodidak. Perjalanan karier perias kelahiran Kalisat, Jember, Jawa Timur, 4 Agustus 1956 ini tidak lepas dari kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Ibu Negara, seperti Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan Ainun Habibie. Ia juga pernah mendampingi Gusti Kanjeng Ratu Hemas, mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher serta sejumlah selebriti Ibu Kota.(DEN/Jeremy Tetti dan Agung Nugroho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya