Pengungsi Aceh Utara Mulai Diserang Penyakit

Para anak-anak yang yang tersebar di tempat penampungan di Kabupaten Aceh utara mulai terserang berbagai penyakit. para penderita sudah dirawat para relawan dibantu dokter dari ICRC dan LSM dari Prancis.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Januari 2005, 19:19 WIB
Liputan6.com, Aceh Utara: Ratusan pengungsi yang tersebar di Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, mulai diserang berbagai penyakit. Sebagian besar anak-anak di penampungan mulai terjangkit penyakit seperti campak, infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA), gatal-gatal, dan kolera. Demikian pemantauan SCTV di Aceh Utara, baru-baru ini.

Penyakit yang menjangkit para pengungsi diakibatkan karena kurangnya air bersih dan sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) di lokasi pengungsian yang tak memadai. Para penderita kini dirawat di pusat kesehatan masyarakat setempat. Selain tim medis setempat, para dokter Komisi Palang Merah Internasional (ICRC) dan lembaga swadaya masyarakat dari Prancis juga membantu merawat para korban. Namun, stok obat terutama salep dan antibiotik mulai menipis.

Selain Aceh Utara, penyakit juga mulai menyerang penampungan di Kabupaten Bireun. Di wilayah ini penderita terbanyak dialami pengungsi dari Kecamatan Samalanga. Setiap hari pasien yang datang ke pos koordinasi kesehatan setempat mencapai 300 orang. Puluhan pasien dengan keluhan yang sama juga memadati posko pengungsian di Puntuet, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Belum lama ini, bayi-bayi dan anak bawah lima tahun di beberapa tempat pengungsian di Calang, Kabupaten Aceh Jaya, mendapat imunisasi. Para anak-anak ini mendapat imunisasi campak dan cacar. Selain tim medis dari Tanah Air, suntikan kekebalan terhadap kuman ini juga diberikan beberapa dokter dari Prancis [baca: Balita di Aceh Jaya Mendapatkan Imunisasi].(JUM/Muhammad Nasier dan Yoseph Herhudi Lestari)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya