Tentara Myanmar Baku Tembak dengan Gerilyawan

Tentara Myanmar bertempur dengan gerilyawan Karen di kawasan Kalaw Waw yang berbatasan dengan Thailand. Penyerangan itu sekaligus mementahkan gencatan senjata yang telah berlangsung satu tahun.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Januari 2005, 05:58 WIB
Liputan6.com, Kalaw Waw: Tentara Myanmar menyerang sebuah basis Batalyon 201 milik gerilyawan Persatuan Nasional Karen (KNU) di kawasan Kalaw Waw, Myanmar, Kamis (13/1). Pertempuran di kawasan yang berbatasan dengan Thailand itu mementahkan gencatan senjata yang telah berlangsung satu tahun.

Menurut gerilyawan, tentara menyerang saat pihaknya dan warga setempat sedang berkumpul dalam sebuah upacara. Penyerangan diawali dengan tembakan meriam ke arah kamp. Namun, kontak senjata berakhir dengan penawanan sejumlah tentara. Selain itu, gerilyawan suku Karen juga menyita sedikitnya 10 pucuk senjata.

Kontak senjata juga terjadi di beberapa kamp lain milik pasukan etnis Karen. Gerilyawan menilai pemerintah Myanmar telah melanggar gencatan senjata dengan berulang kali menyerang desa-desa sipil. Sekadar informasi, etnis Karen dicap sebagai pemberontak karena telah berjuang lebih dari setengah abad untuk mendapatkan otonomi wilayahnya. Salah satu faksi yang terkenal adalah God`s Army atau Tentara Tuhan yang dipimpin dua anak kembar berusia belasan tahun: Luther dan Johnny Htoo [baca: Tentara Tuhan Masih Bergerilya di Myanmar].(TOZ/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya