Liputan6.com, Meulaboh: Kota Meulaboh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, semakin terbuka dari isolasi pascabencana gempa dan Tsunami. Setelah salah satu dermaga kapal di Kota Meulaboh dapat beroperasi, bantuan kemanusiaan mulai disalurkan melalui jalur laut, Kamis (6/1). Namun, dermaga ini hanya dapat dijangkau kapal-kapal kecil. Keadaan seperti ini membuat kapal kecil terpaksa bolak-balik dari kapal besar.
Berdasarkan laporan reporter SCTV Miko Toro di lapangan, sebenarnya di Meulaboh masih memiliki dermaga untuk feri. Namun, dermaga ini sudah tidak dapat berfungsi lagi setelah diterjang Tsunami. Kini, posko setempat sedang berusaha memulihkan jalur darat agar dapat diakses.
Sebaliknya, suasana di Kota Meulaboh belum menunjukkan aktivitas yang berarti. Tempat-tempat pelayanan publik di kota ini juga masih lumpuh. Bahkan, hampir di seluruh sudut kota masih tampak onggokan puing-puing yang belum dibersihkan. Sejauh ini baru puing-puing yang menghalangi akses transportasi yang disingkirkan. Pasalnya, akses tersebut dibutuhkan bagi kendaraan pengangkut bantuan kepada para korban.
Warga pun tidak banyak yang berlalu-lalang. Hanya ada beberapa penduduk yang mencoba membersihkan pemukiman dari puing-puing bekas gempa dan Tsunami. Jaringan telekomunikasi di Meulaboh pun belum teratasi karena ibu kota Kabupaten Aceh Barat itu menderita kerusakan parah. Namun, sebagian toko yang menyediakan bahan kebutuhan sudah mulai buka--jumlahnya masih sedikit [baca: Jaringan Telekomunikasi Meulaboh Belum Dapat Diperbaiki].(DNP/Miko Toro dan Akem Muna)
Berdasarkan laporan reporter SCTV Miko Toro di lapangan, sebenarnya di Meulaboh masih memiliki dermaga untuk feri. Namun, dermaga ini sudah tidak dapat berfungsi lagi setelah diterjang Tsunami. Kini, posko setempat sedang berusaha memulihkan jalur darat agar dapat diakses.
Sebaliknya, suasana di Kota Meulaboh belum menunjukkan aktivitas yang berarti. Tempat-tempat pelayanan publik di kota ini juga masih lumpuh. Bahkan, hampir di seluruh sudut kota masih tampak onggokan puing-puing yang belum dibersihkan. Sejauh ini baru puing-puing yang menghalangi akses transportasi yang disingkirkan. Pasalnya, akses tersebut dibutuhkan bagi kendaraan pengangkut bantuan kepada para korban.
Warga pun tidak banyak yang berlalu-lalang. Hanya ada beberapa penduduk yang mencoba membersihkan pemukiman dari puing-puing bekas gempa dan Tsunami. Jaringan telekomunikasi di Meulaboh pun belum teratasi karena ibu kota Kabupaten Aceh Barat itu menderita kerusakan parah. Namun, sebagian toko yang menyediakan bahan kebutuhan sudah mulai buka--jumlahnya masih sedikit [baca: Jaringan Telekomunikasi Meulaboh Belum Dapat Diperbaiki].(DNP/Miko Toro dan Akem Muna)