Muhammadiyah Mempersiapkan Program Bantuan Jangka Panjang Aceh

Tak cuma mengevakuasi jenazah atau mendistribusikan kebutuhan pokok korban bencana di Aceh, koordinator relawan PP Muhammadiyah Rizal Sukma mengatakan, Muhammadiyah mempersiapkan program bantuan jangka panjang.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Januari 2005, 09:09 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Relawan dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan dari mancanegara, berdatangan setelah Nanggroe Aceh Darussalam diterjang gempa dan gelombang Tsunami, sepekan silam. Muhammadiyah adalah salah satu organisasi massa Islam yang mengerahkan anggotanya untuk membantu korban bencana di Serambi Mekah. "Kamis lalu kita sudah mengirim 150 (relawan) dan hari Sabtu baru masuk 150 lagi," kata koordinator relawan Pengurus Pusat Muhammadiyah Rizal Sukma di Jakarta, Ahad (2/1) pagi.

Rizal mengaku tak sembarangan mengirim tenaga sukarelawan. PP Muhamadiyah menetapkan sembilan syarat relawan ke Aceh. Di antaranya adalah memiliki pengalaman menanggulangi bencana alam atau terdaftar sebagai anggota tim search and rescue. Sejauh ini, PP Muhamadiyah belum melakukan rekrut secara terbuka. "Kami mengerahkan potensi dari Muhammadiyah sendiri," ujar Rizal.

Rencananya, Muhammadiyah mengirimkan 1.000 relawan ke Aceh. Mereka akan ditugaskan secara bergantian. Seorang relawan berada di Aceh paling lama sepekan. Hal itu dilakukan untuk mengefektifkan penanganan bencana. Kebetulan, kampus Universitas Muhammadiyah di Banda Aceh, NAD, juga masih utuh, sehingga dapat digunakan sebagai pos koordinasi utama relawan asal Muhammadiyah.

Rizal mengatakan, saat ini prioritas bantuan kemanusiaan dari Muhammadiyah adalah mengevakuasi jenazah dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Namun, Muhammadiyah juga mempersiapkan program bantuan jangka panjang seperti merekonstruksi fisik kota, pendidikan, hingga perlindungan anak dan perempuan pascabencana. Program ini diperkirakan berlangsung satu tahun hingga lima tahun. "Dan juga patroli kota karena kami khawatir pada waktu seperti ini akan terjadi banyak penculikan anak untuk dijadikan aktivitas children traficking (perdagangan anak)," kata Rizal.

Soal dana, Rizal mengatakan, Muhammadiyah mengambil dari sejumlah sumber. Di antaranya adalah sumbangan masyarakat dan sumbangan anggota Muhammadiyah sendiri. Senin besok, PP Muhammadiyah kembali mengirimkan 100 relawan ke Aceh. "Mulai Selasa, kita akan membuat tempat penampungan bagi para pengungsi untuk kemudian dikembangkan menjadi community base," ujar Rizal.(ZAQ)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya