Liputan6.com, Jakarta: Acara pergantian tahun juga dirayakan SCTV, Jumat (31/12). Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara kali ini tidak semeriah seperti tahun sebelumnya. Dalam acara ini digelar juga pengumpulan dana untuk korban gempa bumi dan Tsunami untuk Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara. Pundi Amal SCTV berhasil mengumpulkan dana sebesar lebih dari Rp 15 miliar.
Sementara itu, sejumlah hotel di Jakarta merayakan kedatangan Tahun Baru dengan pesta semarak. Pesta tetap berlanjut meski pemerintah Jakarta sebelumnya telah mengimbau agar tutup tahun dirayakan secara sederhana atau di tiadakan sama sekali.
Salah satu pesta Tahun Baru meriah ini diselenggarakan di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, dengan menampilkan live music dengan tema Old and New. Suasana serupa juga didapati pada pesta tahun baru Hotel Hilton, Senayan, yang menampilkan diskotek terbuka. Bahkan, salah satu hotel di Jakarta juga menyewa seorang penyanyi asing. Menurut para pengelola hotel, yang mereka sajian untuk para tamu sudah terlebih dahulu diprogramkan jauh hari sebelum terjadi musibah di Aceh dan Sumut. Dengan begitu, kegiatan yang telah direncanakan dengan matang ini harus dilaksanakan.
Meski terkesan glamor dan tidak mengindahkan imbauan pemerintah, pihak penyelenggara berusaha tampil peduli terhadap penderitaan di Aceh. Mereka juga menyisipkan acara doa bersama untuk korban gempa dan Tsunami. Usai berdoa, pesta kembali dilanjutkan. Namun ada sebuah hotel berbintang di bilangan Jakpus yang membatalkan seluruh acara perayaan Tahun Baru. Padahal, persiapan acara telah rampung sekitar 80 persen. Pihak hotel ini mengaku tidak menyesal walau harus menelan kerugian hingga Rp 150 juta.
Ancol, Jakarta Utara, adalah lokasi favorit bagi warga Jakarta yang merayakan pergantian tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan ini tetap juga dipadati warga yang hendak menyaksikan perayaan Tahun Baru yang meriah. Bedanya, pesta tutup tahun kali ini tidak ada kembang api. Padahal, acara ini adalah salah satu daya tarik Ancol. Menurut pihak penyelenggara, pesta kembang api sengaja ditiadakan untuk menghapus kesan hura-hura yang tidak sesuai dengan suasana berkabung di Aceh.
Selain meniadakan pesta kembang api, pihak penyelenggara juga mengedarkan dompet amal yang nantinya akan dikirim ke Aceh. Panitia acara juga menyisipkan doa bersama di tengah acara dan membuka pos pengumpulan sumbangan bagi para korban. Meski sudah berusaha menghindari kesan hura-hura, tetap saja suasana semarak tetap terasa. Terlebih lagi, di panggung terbuka tampil grup papan atas seperti Slank, Jamrud, dan Dewa.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan perayaan tahun baru di Jakarta kali juga diwarnai dengan kemacetan di sejumlah jalan protokol. Sejumlah kawasan macet sejak jam 21.00 WIB, di antaranya di Jalan Thamrin, Jalan Sudirman, dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
Kendaraan yang tumpah ruah di sejumlah ruas jalan ini menyebabkan polisi lalu lintas kewalahan menertibkan kendaraan. Akibatnya, terjadi banyak kecelakaan di beberapa jalur yang cukup rawan. Dalam semalam, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakpus, sedikitnya tercatat 15 korban kecelakaan lalu lintas. Namun tidak dilaporkan adanya korban tewas malam di Tahun Baru itu.(OZI/Tim Liputan 6 SCTV)
Sementara itu, sejumlah hotel di Jakarta merayakan kedatangan Tahun Baru dengan pesta semarak. Pesta tetap berlanjut meski pemerintah Jakarta sebelumnya telah mengimbau agar tutup tahun dirayakan secara sederhana atau di tiadakan sama sekali.
Salah satu pesta Tahun Baru meriah ini diselenggarakan di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, dengan menampilkan live music dengan tema Old and New. Suasana serupa juga didapati pada pesta tahun baru Hotel Hilton, Senayan, yang menampilkan diskotek terbuka. Bahkan, salah satu hotel di Jakarta juga menyewa seorang penyanyi asing. Menurut para pengelola hotel, yang mereka sajian untuk para tamu sudah terlebih dahulu diprogramkan jauh hari sebelum terjadi musibah di Aceh dan Sumut. Dengan begitu, kegiatan yang telah direncanakan dengan matang ini harus dilaksanakan.
Meski terkesan glamor dan tidak mengindahkan imbauan pemerintah, pihak penyelenggara berusaha tampil peduli terhadap penderitaan di Aceh. Mereka juga menyisipkan acara doa bersama untuk korban gempa dan Tsunami. Usai berdoa, pesta kembali dilanjutkan. Namun ada sebuah hotel berbintang di bilangan Jakpus yang membatalkan seluruh acara perayaan Tahun Baru. Padahal, persiapan acara telah rampung sekitar 80 persen. Pihak hotel ini mengaku tidak menyesal walau harus menelan kerugian hingga Rp 150 juta.
Ancol, Jakarta Utara, adalah lokasi favorit bagi warga Jakarta yang merayakan pergantian tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan ini tetap juga dipadati warga yang hendak menyaksikan perayaan Tahun Baru yang meriah. Bedanya, pesta tutup tahun kali ini tidak ada kembang api. Padahal, acara ini adalah salah satu daya tarik Ancol. Menurut pihak penyelenggara, pesta kembang api sengaja ditiadakan untuk menghapus kesan hura-hura yang tidak sesuai dengan suasana berkabung di Aceh.
Selain meniadakan pesta kembang api, pihak penyelenggara juga mengedarkan dompet amal yang nantinya akan dikirim ke Aceh. Panitia acara juga menyisipkan doa bersama di tengah acara dan membuka pos pengumpulan sumbangan bagi para korban. Meski sudah berusaha menghindari kesan hura-hura, tetap saja suasana semarak tetap terasa. Terlebih lagi, di panggung terbuka tampil grup papan atas seperti Slank, Jamrud, dan Dewa.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan perayaan tahun baru di Jakarta kali juga diwarnai dengan kemacetan di sejumlah jalan protokol. Sejumlah kawasan macet sejak jam 21.00 WIB, di antaranya di Jalan Thamrin, Jalan Sudirman, dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
Kendaraan yang tumpah ruah di sejumlah ruas jalan ini menyebabkan polisi lalu lintas kewalahan menertibkan kendaraan. Akibatnya, terjadi banyak kecelakaan di beberapa jalur yang cukup rawan. Dalam semalam, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakpus, sedikitnya tercatat 15 korban kecelakaan lalu lintas. Namun tidak dilaporkan adanya korban tewas malam di Tahun Baru itu.(OZI/Tim Liputan 6 SCTV)