Liputan6.com, Jakarta: Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta menembus level yang cukup menggembirakan pada perdagangan penutupan akhir tahun, Kamis (30/12). Kinerja ini dipicu pemilihan umum 2004 yang berlangsung aman dan kecenderungan menurunnya tingkat suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang memicu peningkatan aktivitas perdagangan di BEJ. Perdagangan di BEJ akan mulai dibuka kembali 3 Januari 2005.
Beberapa menit sebelum penutupan perdagangan di lantai BEJ, indeks harga saham gabungan sempat turun pada kisaran angka 996 sampai 993-an. Namun menjelang detik-detik terakhir, angka indeks menembus level 1,000,233 poin. Angka indeks ini menjadi penutup seluruh perdagangan di BEJ sepanjang 2004. Meskipun demikian, angka ini lebih rendah daripada IHSG sehari sebelumnya, 1004,430 poin yang menjadi indeks tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah mengatakan, IHSG BEJ menjadi salah satu bursa berkinerja terbaik sepanjang tahun ini dibandingkan dengan bursa efek utama di Asia. Dinilai secara keseluruhan, perdagangan di BEJ tahun ini meningkat cukup tajam dibandingkan tahun lalu. Nilai kapitalisasi meningkat 48 persen dan total nilai transaksi naik dua kali lipat. Selain itu, nilai transaksi harian juga meningkat hampir 100 persen menjadi sekitar Rp 1 triliun per hari.
Melihat perkembangan ini, sejumlah pakar bursa menilai, IHSG akan kembali bergairah menjelang akhir 2004. Pengamat bursa Martin Ndraha memprediksikan, IHSG bisa menembus level Rp 1.000 meski sempat beberapa kali terkoreksi akibat aksi profit taking terhadap saham-saham unggulan [baca: Menjelang 2005, Perdagangan Saham Optimistis Bergairah].(OZI/Rieke Amru dan Yuli Sasmito)
Beberapa menit sebelum penutupan perdagangan di lantai BEJ, indeks harga saham gabungan sempat turun pada kisaran angka 996 sampai 993-an. Namun menjelang detik-detik terakhir, angka indeks menembus level 1,000,233 poin. Angka indeks ini menjadi penutup seluruh perdagangan di BEJ sepanjang 2004. Meskipun demikian, angka ini lebih rendah daripada IHSG sehari sebelumnya, 1004,430 poin yang menjadi indeks tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah mengatakan, IHSG BEJ menjadi salah satu bursa berkinerja terbaik sepanjang tahun ini dibandingkan dengan bursa efek utama di Asia. Dinilai secara keseluruhan, perdagangan di BEJ tahun ini meningkat cukup tajam dibandingkan tahun lalu. Nilai kapitalisasi meningkat 48 persen dan total nilai transaksi naik dua kali lipat. Selain itu, nilai transaksi harian juga meningkat hampir 100 persen menjadi sekitar Rp 1 triliun per hari.
Melihat perkembangan ini, sejumlah pakar bursa menilai, IHSG akan kembali bergairah menjelang akhir 2004. Pengamat bursa Martin Ndraha memprediksikan, IHSG bisa menembus level Rp 1.000 meski sempat beberapa kali terkoreksi akibat aksi profit taking terhadap saham-saham unggulan [baca: Menjelang 2005, Perdagangan Saham Optimistis Bergairah].(OZI/Rieke Amru dan Yuli Sasmito)