Liputan6.com, Jakarta: Buat masyarakat Mentawai, Sumatra Barat, tato bukan sekadar coretan di tubuh. Bagi mereka, tato rajah juga berfungsi mistis untuk mempersatukan roh dan tubuh agar tidak berjauhan. Masyarakat Suku Mentawai lazim memakai tato saat memasuki usia akil balig. Budaya tato Mentawai ini diperkenalkan dalam acara Kencan Budaya Nusantara di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Motif tiap tato Suku Mentawai memiliki makna berbeda. Tato labi atau sejenis rotan hutan berujung daun yang berduri dan sulit dilepas bila tersangkut menggambarkan cara pandang orang Mentawai. Dengan melihat motif tato, masyarakat Mentawai juga dapat mengidentifikasi asal suku seseorang. Selain memperkenalkan tradisi tato, diperkenalkan juga beberapa karya seni Suku Mentawai, seperti patung dan berbagai kerajinan rumah tangga.(ZAQ/Zainuddin dan Jhoni Markos)
Motif tiap tato Suku Mentawai memiliki makna berbeda. Tato labi atau sejenis rotan hutan berujung daun yang berduri dan sulit dilepas bila tersangkut menggambarkan cara pandang orang Mentawai. Dengan melihat motif tato, masyarakat Mentawai juga dapat mengidentifikasi asal suku seseorang. Selain memperkenalkan tradisi tato, diperkenalkan juga beberapa karya seni Suku Mentawai, seperti patung dan berbagai kerajinan rumah tangga.(ZAQ/Zainuddin dan Jhoni Markos)