Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Belanda menaruh perhatian khusus terhadap kematian Munir, pejuang hak asasi manusia yang tewas di pesawat ketika hendak menuju Negeri Kincir Angin. Mereka siap memberikan akses sebesar-besarnya kepada tim investigasi kematian Munir. Demikian dikatakan Duta Besar Belanda Ruud J. Treffers seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres Jakarta, Senin (29/11) pagi.
Namun, Treffers tak merinci lebih jelas soal bantuan akses yang akan diberikan kepada tim investigasi. Yang jelas, menurut dia, pemerintah Belanda akan membantu semaksimal mungkin buat mengungkap kasus ini.
Pengungkapan kasus kematian Munir, kini, sudah memasuki pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sejauh ini, Polri telah memeriksa 23 dari 41 awak pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 974 yang ditumpangi Munir [baca: Belasan Awak Garuda Diperiksa]. Tim penyelidik Polri pun sudah berangkat ke Belanda untuk bekerja sama dengan kepolisian setempat serta rumah sakit yang mengotopsi Munir.(ICH/Mahmud dan Zakaria)
Namun, Treffers tak merinci lebih jelas soal bantuan akses yang akan diberikan kepada tim investigasi. Yang jelas, menurut dia, pemerintah Belanda akan membantu semaksimal mungkin buat mengungkap kasus ini.
Pengungkapan kasus kematian Munir, kini, sudah memasuki pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sejauh ini, Polri telah memeriksa 23 dari 41 awak pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 974 yang ditumpangi Munir [baca: Belasan Awak Garuda Diperiksa]. Tim penyelidik Polri pun sudah berangkat ke Belanda untuk bekerja sama dengan kepolisian setempat serta rumah sakit yang mengotopsi Munir.(ICH/Mahmud dan Zakaria)