Pemerintah Irak Didukung Memerangi Para Penentang

Para peserta konferensi regional menyokong penuh pemerintah Irak untuk menghabisi para penentangnya. Tembakan masih terdengar di Kota Fallujah yang sudah dikuasai pasukan Amerika Serikat.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 November 2004, 07:04 WIB
Liputan6.com, Sharm el Sheik: Para peserta konferensi regional Irak secara bulat mendukung pemerintah Negeri Seribu Satu Malam untuk memerangi para penentangnya. Meski begitu, peserta konferensi tidak memberikan batas waktu buat pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk angkat kaki dari Irak. Pemerintah Irak juga didesak mendorong lawan politiknya agar mengikuti pemilihan umum yang akan berlangsung pada akhir Januari mendatang. Demikian hasil konferensi regional Irak yang berlangsung selama dua hari di Sharm El Sheikh, Mesir, Selasa (23/11).

Konferensi juga membahas konflik Israel dan Palestina [baca: Konferensi tentang Irak di Mesir Dimulai]. Pertemuan khusus yang antara lain diikuti oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan, Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana, Menlu Rusia Sergey Lavrov, dan Menlu Amerika Serikat Colin Powell ini membicarakan mengenai pemilu Palestina yang akan diadakan pada 9 Januari mendatang. Mereka mendesak agar pemilu diadakan tepat waktu untuk mempercepat proses perdamaian di wilayah itu.

Sementara itu di Baghdad, Ali Smeisim, penasihat politik ulama Muqtada al Sadr, menuduh pemerintah Irak melanggar kesepakatan yang telah dibuat keduanya pada Agustus silam [baca: Muqtada al Sadr Menyerukan Pengikutnya Meletakkan Senjata]. Smeisim mengatakan pemerintah Irak telah bekerja sama dengan dua partai besar Syiah Irak, yakni Partai Islam Daawa dan Dewan Agung Revolusi Islam Irak, untuk menekan pergerakan kelompok Al Sadr dan mencegah Al Sadr memberikan ceramah untuk umum.

Pemerintah Irak juga dituding mengelak dari kewajibannya: membebaskan para pengikut Al Sadr yang tengah dipenjarakan. Para analis memperkirakan, pernyataan ini akan memunculkan permasalahan baru antara pemerintah Irak dan milisi pasukan Mahdi pimpinan Al Sadr.

Hingga kini, suasana di Kota Fallujah masih tegang. Pasukan AS mulai berpatroli dan menggeledahi rumah penduduk. Upaya ini adalah bagian dari operasi pembersihan Fallujah dari pejuang Irak setelah berhasil menduduki kota yang menjadi basis pendukung muslim Sunni ini. Dalam patroli ini, pasukan AS menemukan sejumlah besar persenjataan lengkap dengan amunisi [baca: Ratusan Senjata Asal Berbagai Negara Ditemukan di Fallujah].

Sampai kemarin, bunyi tembakan senjata api masih terdengar di penjuru kota bersamaan dengan pecahnya pertempuran sporadis. Meski demikian, disinyalir para pejuang Irak telah melarikan diri dari kota sejak operasi pasukan gabungan AS dan Irak di kota ini pertengahan November 2004 [baca: Pasukan AS Mengklaim Menguasai Fallujah].(TNA/Yes)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya