Korban Tewas Bentrokan Thailand Bertambah

Media massa di Thailand menyebutkan, ke-78 jenazah korban telah diotopsi oleh tim patologi setempat. Para korban kebanyakan tewas akibat sesak napas saat dipaksa berjejalan di dalam truk polisi.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Oktober 2004, 05:25 WIB
Liputan6.com, Narathiwat: Sejumlah media massa di Thailand memberitakan, sedikitnya 78 pemuda muslim tewas dalam kerusuhan di Distrik Tak Bai, Provinsi Narathiwat, Thailand, Senin silam. Setelah sempat disemayamkan di sebuah Kamp Angkatan Darat Thailand di Provinsi Pattani, jenazah diotopsi oleh tim patologi setempat, Selasa (26/10). Hasil otopsi menyebutkan, para korban tewas akibat sesak napas saat dipaksa berjejalan di dalam truk polisi.

Menyusul kerusuhan ini, kepolisian setempat memberlakukan jam malam di tiga provinsi di bagian Selatan Thailand yang mayoritas penduduknya muslim, yaitu Narathiwat, Yala, dan Pattani. Insiden itu juga memicu keprihatinan negara tetangga terdekat Thailand, terutama Malaysia yang berbatasan dengan tiga provinsi itu.

Seperti diketahui, kasus ini dipicu penahanan enam pemuda muslim dengan tuduhan mencuri senjata api milik negara untuk diberikan kepada kelompok milisi. Akibatnya, sekitar 2.000 pemuda muslim berunjuk rasa untuk menuntut pembebasan rekan-rekan mereka. Bentrokan berlangsung enam jam kemudian [baca: Pemuda Muslim-Polisi Thailand Bentrok, Enam Tewas].

Krisis keamanan telah berulang kali terjadi di tiga provinsi di Thailand tersebut. April silam, penyerangan terhadap sebuah masjid di Provinsi Pattani mengakibatkan 108 warga tewas. Awal bulan ini, Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi juga sempat bertemu untuk membicarakan krisis ini di Pulau Phuket.(OZI/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya