Liputan6.com, Jakarta: Sebuah karnaval unik digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Ahad (3/10). Acara bertajuk Karnaval Prajurit Tradisional Nusantara. Konsepnya, menceritakan kegigihan prajurit Indonesia mengusir penjajah dari masa ke masa. Pawai diikuti perwakilan dari 18 provinsi.
Pasukan Gajah Mada mengawali seremoni sekaligus pembukaan karnaval. Atraksi itu menceritakan tekad Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara dengan Sumpah Palapa-nya. Pernyataan Sumpah Palapa dilukiskan dengan penerimaan bendera Merah Putih oleh sang Mahapatih Majapahit.
Perwakilan Sumatra Selatan tampil mengusung tema perang pertama di Kuto Gawang. Pertempuran melawan penjajah Belanda itu dipimpin Aryo Kusumo dan Putri Ratu Emas Tumenggung Bagus Kuning, beserta srikandi-srikandinya.
Gambaran perlawanan terhadap penjajah yang berlanjut dari waktu ke waktu ditampilkan tiap peserta. Peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya, Jawa Timur, juga digambarkan kontingen Jatim. Grup itu juga menyuguhkan Pertempuran 10 November yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Karnaval Prajurit Tradisional Nusantara ditutup dengan penampilan reog Ponorogo.(TOZ/Wendy Surya dan Muhammad Guntur)
Pasukan Gajah Mada mengawali seremoni sekaligus pembukaan karnaval. Atraksi itu menceritakan tekad Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara dengan Sumpah Palapa-nya. Pernyataan Sumpah Palapa dilukiskan dengan penerimaan bendera Merah Putih oleh sang Mahapatih Majapahit.
Perwakilan Sumatra Selatan tampil mengusung tema perang pertama di Kuto Gawang. Pertempuran melawan penjajah Belanda itu dipimpin Aryo Kusumo dan Putri Ratu Emas Tumenggung Bagus Kuning, beserta srikandi-srikandinya.
Gambaran perlawanan terhadap penjajah yang berlanjut dari waktu ke waktu ditampilkan tiap peserta. Peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya, Jawa Timur, juga digambarkan kontingen Jatim. Grup itu juga menyuguhkan Pertempuran 10 November yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Karnaval Prajurit Tradisional Nusantara ditutup dengan penampilan reog Ponorogo.(TOZ/Wendy Surya dan Muhammad Guntur)