Liputan6.com, Cianjur: Kasus Bom Kuningan masih juga belum menemui titik terang. Polisi terus memburu para tersangka termasuk Agus yang tinggal di Kampung Cisuren, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanegara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ketika ditemui SCTV, Asep Hilman, seorang kakak ipar Agus mengaku pernah melihat sosok Doktor Azhari bin Husin alias Azahari. Menurut Asep, adik iparnya pernah membawa Azahari ke Kampung Cisuren pada Juli silam tapi ia mengaku tidak paham bahwa lelaki itu buronan polisi.
Penetapan Agus sebagai salah satu tersangka peledakan membuat keluarganya terkejut. Sebab, Agus dikenal hanya seorang sopir satu perusahaan ekspedisi. Bahkan, rumah yang ditempati Agus dan istrinya selama dua tahun terakhir adalah milik Amal, pemilik usaha jasa pengiriman barang itu. Asep mengatakan, Agus sekeluarga pindah ke Pulogebang, Jakarta Timur, Agustus silam, karena ingin dekat dengan tempat bekerja [baca: Tiga Orang Diduga Terkait Bom Kuningan Ditangkap].
Sejak Agus ditetapkan menjadi tersangka ketenangan penduduk Kampung Cisuren pun terusik. Kalangan pers dan polisi bergantian datang untuk menanyai pihak keluarga. Warga setempat juga mengaku kaget karena Agus yang pendiam ternyata ikut jaringan teroris. Agus disebut-sebut jarang berada di rumah. Lelaki itu hanya pulang satu kali dalam dua minggu.(KEN/Dwi Firmansyah dan Satya Pandia)
Penetapan Agus sebagai salah satu tersangka peledakan membuat keluarganya terkejut. Sebab, Agus dikenal hanya seorang sopir satu perusahaan ekspedisi. Bahkan, rumah yang ditempati Agus dan istrinya selama dua tahun terakhir adalah milik Amal, pemilik usaha jasa pengiriman barang itu. Asep mengatakan, Agus sekeluarga pindah ke Pulogebang, Jakarta Timur, Agustus silam, karena ingin dekat dengan tempat bekerja [baca: Tiga Orang Diduga Terkait Bom Kuningan Ditangkap].
Sejak Agus ditetapkan menjadi tersangka ketenangan penduduk Kampung Cisuren pun terusik. Kalangan pers dan polisi bergantian datang untuk menanyai pihak keluarga. Warga setempat juga mengaku kaget karena Agus yang pendiam ternyata ikut jaringan teroris. Agus disebut-sebut jarang berada di rumah. Lelaki itu hanya pulang satu kali dalam dua minggu.(KEN/Dwi Firmansyah dan Satya Pandia)