Liputan6.com, Tangerang: Kegagalan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta, Ahmad Heryawan menjadi Ketua DPRD DKI berbuntut panjang. Partai Demokrat (PD) yang sepakat mendukung Ahmad Heryawan menggelar upacara pengucapan sumpah 16 anggotanya. Tindakan ini untuk membuktikan bahwa anggota PD tidak ada yang mbalelo. Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Sutan Batugana ketika ditemui di Tangerang, Banten, Sabtu (18/9).
Menurut Sutan Batugana, Partai Demokrat perlu meluruskan rumor yang beredar pascaterpilihnya Ade Surapriatna dari Fraksi Partai Golongan Karya menjadi Ketua DPRD DKI. Aroma penyuapan mengarah kepada PD menyusul isu pecahnya partai pimpinan Subur Budhisantoso ini. Sutan berjanji akan mengusut anggotanya yang tidak patuh kepada keputusan partai.
Sekadar informasi, kekalahan Ahmad Heryawan menimbulkan kecurigaan karena berdasarkan perhitungan seharusnya ia bisa menduduki Ketua DPRD DKI periode 2004-2009. Sebab, hitungan di atas kertas dengan dukungan 18 suara PKS dan 16 dari PD, Ahmad paling berpeluang menang. Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Ahmad cuma bisa menjaring 30 dari 34 suara. Artinya ada empat suara milik PKS-PD yang melayang ke kandidat lain. Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PD Subur Budhisantoso mengaku sudah mengantongi nama keempat pembelot itu.
Kasus tersebut juga mengundang perhatian Dewan Penasihat PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jajaran PD diminta menelusuri kegagalan Ahmad Heryawan. Jika terbukti ada yang terlibat politik uang, SBY meminta, pimpinan PD memecat kadernya [baca: SBY: Pecat Kader PD yang Terlibat Poltik Uang]. "Melibatkan beberapa anggota harus diberi sanksi tegas," ucap SBY.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PKS Hidayat Nur Wahid mengaku tetap mendukung SBY meski isu perpecahan di tubuh PD mengakibatkan PKS gagal dalam perebutan jabatan ketua DPRD DKI [baca: Dikhianati Partai Demokrat, PKS Tetap Mendukung SBY-Kalla]. "Kami menyayangkan pemilihan telah ditunggangi pihak tak bertanggung jawab. Misalnya, SMS [short message service] gelap beredar di kalangan anggota DPRD," kata Hidayat.
Namun, Hidayat masih percaya kepada SBY yang telah menandatangani kontrak politik dengan PKS untuk memberikan perubahan dalam pemerintahan mendatang. Ia meminta kader PKS tidak mudah terprovokasi oleh skenario antiperubahan dan tetap mendukung SBY-Jusuf Kalla pada pemilihan presiden 20 September nanti.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Sutan Batugana, Partai Demokrat perlu meluruskan rumor yang beredar pascaterpilihnya Ade Surapriatna dari Fraksi Partai Golongan Karya menjadi Ketua DPRD DKI. Aroma penyuapan mengarah kepada PD menyusul isu pecahnya partai pimpinan Subur Budhisantoso ini. Sutan berjanji akan mengusut anggotanya yang tidak patuh kepada keputusan partai.
Sekadar informasi, kekalahan Ahmad Heryawan menimbulkan kecurigaan karena berdasarkan perhitungan seharusnya ia bisa menduduki Ketua DPRD DKI periode 2004-2009. Sebab, hitungan di atas kertas dengan dukungan 18 suara PKS dan 16 dari PD, Ahmad paling berpeluang menang. Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Ahmad cuma bisa menjaring 30 dari 34 suara. Artinya ada empat suara milik PKS-PD yang melayang ke kandidat lain. Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PD Subur Budhisantoso mengaku sudah mengantongi nama keempat pembelot itu.
Kasus tersebut juga mengundang perhatian Dewan Penasihat PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jajaran PD diminta menelusuri kegagalan Ahmad Heryawan. Jika terbukti ada yang terlibat politik uang, SBY meminta, pimpinan PD memecat kadernya [baca: SBY: Pecat Kader PD yang Terlibat Poltik Uang]. "Melibatkan beberapa anggota harus diberi sanksi tegas," ucap SBY.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PKS Hidayat Nur Wahid mengaku tetap mendukung SBY meski isu perpecahan di tubuh PD mengakibatkan PKS gagal dalam perebutan jabatan ketua DPRD DKI [baca: Dikhianati Partai Demokrat, PKS Tetap Mendukung SBY-Kalla]. "Kami menyayangkan pemilihan telah ditunggangi pihak tak bertanggung jawab. Misalnya, SMS [short message service] gelap beredar di kalangan anggota DPRD," kata Hidayat.
Namun, Hidayat masih percaya kepada SBY yang telah menandatangani kontrak politik dengan PKS untuk memberikan perubahan dalam pemerintahan mendatang. Ia meminta kader PKS tidak mudah terprovokasi oleh skenario antiperubahan dan tetap mendukung SBY-Jusuf Kalla pada pemilihan presiden 20 September nanti.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)