Liputan6.com, Jakarta: Perebutan tahta di Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah, belum berujung, bahkan makin tajam. Dikhawatirkan perselisihan merembet keluar keraton. Dus untuk menghindarinya, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Tedjowulan, berinisiatif mengajak KGPH Hangabehi duduk satu meja buat menyelesaikan kemelut secara kekeluargaan. Ajakan itu diutarakan Tedjowulan dalam konferensi pers di Hotel Santika, Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (17/9).
Tedjowulan mengaku, sudah mengutus beberapa kerabat dekat untuk membujuk Hangabehi. Namun, sejauh ini Hangabehi tetap dingin. Bahkan, tambah dia, Hangabehi masih menutup gerbang keraton. Akibatnya aktivitas di sekitar istana nyaris lumpuh [baca: Keraton Surakarta Masih Tertutup Rapat].
Lebih jauh, Tedjowulan menjelaskan, Hangabehi menjadi keras kepala karena dipengaruhi orang-orang di sekelilingnya dan arahnya sudah tidak benar. Bukan untuk memajukan keraton, tapi buat kepentingan pribadi. "Apalagi kelompok Hangabehi terdiri dari para pengangguran," jelas Tedjowulan.(ICH/Frans Ambudi dan Gatot Budi Santoso)
Tedjowulan mengaku, sudah mengutus beberapa kerabat dekat untuk membujuk Hangabehi. Namun, sejauh ini Hangabehi tetap dingin. Bahkan, tambah dia, Hangabehi masih menutup gerbang keraton. Akibatnya aktivitas di sekitar istana nyaris lumpuh [baca: Keraton Surakarta Masih Tertutup Rapat].
Lebih jauh, Tedjowulan menjelaskan, Hangabehi menjadi keras kepala karena dipengaruhi orang-orang di sekelilingnya dan arahnya sudah tidak benar. Bukan untuk memajukan keraton, tapi buat kepentingan pribadi. "Apalagi kelompok Hangabehi terdiri dari para pengangguran," jelas Tedjowulan.(ICH/Frans Ambudi dan Gatot Budi Santoso)