Liputan6.com, Bandung: Harga ikan laut di Bandung, Jawa Barat, sejak dua pekan terakhir melambung tinggi. Sebut saja, di Pasar Induk Caringin, Pasar Sederhana, dan Pasar Kosambi, Bandung, harga berbagai jenis ikan bisa mencapai 50 persen. Misalnya, harga teri Medan dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan harga cumi asin dari Rp 15 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Demikian pemantauan SCTV di sejumlah pasar di Bandung, baru-baru ini.
Selain itu, harga ikan gabus yang semula Rp 17 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga ikan jambal roti dari Rp 22 ribu menjadi Rp 35 ribu. Tak hanya itu, harga ikan sepat yang semula Rp 15 ribu mejadi Rp 20 ribu. Menurut Tedi, seorang pedagang ikan laut kering di Pasar Induk Caringin, kenaikan harga ikan laut terjadi karena pasokan ikan laut dari berbagai daerah berkurang. Terutama dari Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
Sementara itu, harga daging sapi justru mengalami penurunan sekitar lima persen dalam dua pekan terakhir ini. Misalnya, harga daging sapi yang semula sekitar Rp 28 ribu menjadi Rp 27 ribu per kilogram. Menurut para pedagang daging, penurunan harga tersebut lantaran jumlah pembeli berkurang. Padahal, biasanya setiap pedagang mampu menjual tujuh kwintal daging sapi per hari, kini hanya lima kwintal per hari. Meski demikian, para pedagang membantah jika penurunan jumlah pembeli tersebut lantaran ditemukannya wabah penyakit antraks di Bogor, Jabar.(AWD/Patria Hidayat)
Selain itu, harga ikan gabus yang semula Rp 17 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga ikan jambal roti dari Rp 22 ribu menjadi Rp 35 ribu. Tak hanya itu, harga ikan sepat yang semula Rp 15 ribu mejadi Rp 20 ribu. Menurut Tedi, seorang pedagang ikan laut kering di Pasar Induk Caringin, kenaikan harga ikan laut terjadi karena pasokan ikan laut dari berbagai daerah berkurang. Terutama dari Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
Sementara itu, harga daging sapi justru mengalami penurunan sekitar lima persen dalam dua pekan terakhir ini. Misalnya, harga daging sapi yang semula sekitar Rp 28 ribu menjadi Rp 27 ribu per kilogram. Menurut para pedagang daging, penurunan harga tersebut lantaran jumlah pembeli berkurang. Padahal, biasanya setiap pedagang mampu menjual tujuh kwintal daging sapi per hari, kini hanya lima kwintal per hari. Meski demikian, para pedagang membantah jika penurunan jumlah pembeli tersebut lantaran ditemukannya wabah penyakit antraks di Bogor, Jabar.(AWD/Patria Hidayat)