Liputan6.com, Yamaguchi: Sembilan dari 22 awak kapal kargo Tri Ardhianto yang berbendera Indonesia ditemukan tewas di laut pedalaman Seto, lepas pantai Prefektur Yamaguchi, Jepang, Rabu (8/9). Menurut staf Juru Bicara Departemen Luar Negeri Yuri Thamrin, baru dua korban tewas yang telah teridentifikasi. Mereka adalah M. Yudiawan dan Giyanto. Sementara 13 awak kapal lainnya hingga kini masih dalam pencarian. Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka telah berangkat ke Tokuyama untuk mengurus pemulangan sembilan jenazah tersebut.
Bangkai kapal Tri Ardhianto ditemukan dalam keadaan hancur di lepas pantai Prefektur Yamaguchi, sekitar 750 kilometer sebelah barat daya Tokyo. Kapal berbobot 3.600 ton itu dihantam topan Songda setelah bongkar muat dari Yokohama menuju Pelabuhan Ikari. Berdasarkan informasi yang dihimpun www.liputan6.com, kapal kargo Tri Ardhianto sebenarnya sudah berada di sekitar pelabuhan. Namun karena cuaca buruk, otoritas pelabuhan setempat tidak memperbolehkan kapal bersandar di pelabuhan. Kapal buatan Malaysia itu akan memuat besi tua untuk dikirim ke Jakarta. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, dua bulan silam [baca: Puluhan ABK Indonesia Hilang di Jepang].
Petaka tak cuma dialami 22 pelaut Indonesia. Sembilan belas warga Rusia juga belum diketahui keberadaannya. Kapal Ocean Blue milik Kamboja yang mereka tumpangi juga terbalik. Sementara aktivitas pelabuhan di sekitar Hokkaido, Jepang hingga Rabu ini masih lumpuh.
Topan Songda yang melanda hampir seluruh wilayah utara Jepang telah merenggut 10 korban jiwa dan melukai sekitar 600 orang lainnya. Angin berkecepatan sekitar 180 kilometer per jam itu juga menghancurkan Kuil Itsukushima yang berusia 1.400 tahun. Untunglah saat ini daya rusak topan Songda mereda [baca: Topan Songda di Jepang Agak Mereda].(YAN/Dew)
Bangkai kapal Tri Ardhianto ditemukan dalam keadaan hancur di lepas pantai Prefektur Yamaguchi, sekitar 750 kilometer sebelah barat daya Tokyo. Kapal berbobot 3.600 ton itu dihantam topan Songda setelah bongkar muat dari Yokohama menuju Pelabuhan Ikari. Berdasarkan informasi yang dihimpun www.liputan6.com, kapal kargo Tri Ardhianto sebenarnya sudah berada di sekitar pelabuhan. Namun karena cuaca buruk, otoritas pelabuhan setempat tidak memperbolehkan kapal bersandar di pelabuhan. Kapal buatan Malaysia itu akan memuat besi tua untuk dikirim ke Jakarta. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, dua bulan silam [baca: Puluhan ABK Indonesia Hilang di Jepang].
Petaka tak cuma dialami 22 pelaut Indonesia. Sembilan belas warga Rusia juga belum diketahui keberadaannya. Kapal Ocean Blue milik Kamboja yang mereka tumpangi juga terbalik. Sementara aktivitas pelabuhan di sekitar Hokkaido, Jepang hingga Rabu ini masih lumpuh.
Topan Songda yang melanda hampir seluruh wilayah utara Jepang telah merenggut 10 korban jiwa dan melukai sekitar 600 orang lainnya. Angin berkecepatan sekitar 180 kilometer per jam itu juga menghancurkan Kuil Itsukushima yang berusia 1.400 tahun. Untunglah saat ini daya rusak topan Songda mereda [baca: Topan Songda di Jepang Agak Mereda].(YAN/Dew)