Liputan6.com, Moskow: Televisi Rusia menayangkan secara nasional wajah salah seorang tersangka tragedi penyandera di Sekolah Nomor 1 Beslan di Beslan, Ossetia Utara, Rusia. Pada cuplikan siaran berita nasional, baru-baru ini, tersangka yang tidak dijelaskan identitasnya ini mengatakan, dia dan para penyandera lain mendapat perintah dari mantan Presiden Chechnya Aslan Maskhadov dan komandan mereka, Shamil Basayev. Menurut dia, instruksi untuk menyandera anak sekolah bertujuan untuk memulai perang di wilayah bagian Rusia yang paling dekat dengan Chechnya itu.
Aslan Maskhadov diangkat menjadi presiden oleh Moskow pada 1996. Namun, sejak itu dia memotori gerakan separatis terhadap Rusia. Maskhadov menyangkal kerterlibatannya dalam tragedi Beslan. Dia bahkan melayangkan surat mengutuk aksi para militan yang telah menyakiti anak-anak tidak berdosa dan merusak maksud dasar kemerdekaan Chechnya.
Berapa media setempat mengidentifikasi tersangka sebagai Nur-Pashi Kulayev yang juga anggota kelompok Basayev [baca: Salah Satu Tersangka Penyandera di Beslan Ditangkap]. Kelompok ini bertujuan meluaskan peperangan ke seluruh wilayah Kaukasia. Tersangka juga mengungkapkan para penyandera berasal dari banyak negara, termasuk Uzbekistan.(TNA/Dew)
Aslan Maskhadov diangkat menjadi presiden oleh Moskow pada 1996. Namun, sejak itu dia memotori gerakan separatis terhadap Rusia. Maskhadov menyangkal kerterlibatannya dalam tragedi Beslan. Dia bahkan melayangkan surat mengutuk aksi para militan yang telah menyakiti anak-anak tidak berdosa dan merusak maksud dasar kemerdekaan Chechnya.
Berapa media setempat mengidentifikasi tersangka sebagai Nur-Pashi Kulayev yang juga anggota kelompok Basayev [baca: Salah Satu Tersangka Penyandera di Beslan Ditangkap]. Kelompok ini bertujuan meluaskan peperangan ke seluruh wilayah Kaukasia. Tersangka juga mengungkapkan para penyandera berasal dari banyak negara, termasuk Uzbekistan.(TNA/Dew)