Korban Tewas Tragedi Beslan Mencapai 200 Orang

Sekitar 218 orang dari 531 korban penyanderaan yang harus dirawat di rumah sakit adalah anak-anak. Korban tewas pun kebanyakan anak-anak. Sementara tiga penyandera ditangkap tentara Rusia.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 September 2004, 18:17 WIB
Liputan6.com, Beslan: Drama penyanderaan di sebuah sekolah di Kota Beslan, Provinsi Ossetia Utara, Rusia, berubah menjadi ajang pertempuran, Jumat kemarin. Baku tembak terjadi antara kelompok penyandera dan pasukan khusus Rusia. Korban pun berjatuhan. Jumlah sandera yang tewas diperkirakan mencapai 200 orang, kebanyakan anak-anak. Sementara tiga penyandera berhasil dibekuk, sedangkan 27 pemberontak separatis Chechnya lainnya dipastikan tewas. Pejabat tinggi Rusia menyampaikan hal itu kepada media massa setempat, termasuk Kantor Berita Interfax, Sabtu (4/9).

Disebutkan 218 orang dari 531 korban penyanderaan yang harus dirawat di rumah sakit adalah anak-anak. Masyarakat setempat langsung berdatangan untuk memeriksa daftar korban luka-luka yang ditempel di dinding rumah sakit. Warga ingin memastikan keadaan kerabat mereka setelah disandera oleh kelompok militan Chechnya selama tiga hari. Pejabat itu mengatakan, serangan ke kompleks sekolah sebenarnya tidak direncanakan. Tentara Rusia terpaksa bertindak karena adanya ledakan dan tembakan yang dilancarkan penyandera di dalam gedung [baca: Ratusan Sandera Beslan Tewas].

Pasukan khusus Rusia akhirnya menyerbu gedung sekolah untuk mengakhiri drama penyanderaan ratusan anak, guru, dan orang tua siswa. Suasana di luar gedung kacau balau. Tentara, orang tua atau keluarga sandera serta masyarakat berbaur menjadi satu. Situasi tak terkendali karena keluarga korban juga ikut bersama tentara yang terlibat baku tembak dengan penyandera. Tembak-menembak ini berlangsung selama satu jam lebih.

Di tengah desingan peluru dan ledakan, puluhan sandera berusaha menyelamatkan diri dengan berlarian keluar gedung sekolah. Sebagian besar hanya mengenakan pakaian dalam, bahkan ada yang telanjang. Dalam situasi panik sejumlah korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Satu jam setelah penyerbuan, pasukan Rusia akhirnya berhasil menguasai seluruh gedung sekolah. Mereka menewaskan 27 penyandera dan menangkap tiga pemberontak dalam keadaan hidup. Sementara 13 lainnya dilaporkan kabur.

Setelah keadaan terkendali, tentara dan keluarga korban memasuki gedung. Kondisi di dalam gedung porak-poranda. Di mana-mana terlihat korban. Mayat-mayat sandera tampak bergelimpangan, sebagian lagi terjepit reruntuhan perabotan sekolah. Sejumlah laporan menyebutkan, sekitar 100 mayat tergeletak di dalam gedung olah raga, tempat sandera dikumpulkan sejak Rabu silam.

Setelah sekitar 45 menit menyisir, pasukan Rusia tidak menemukan apa-apa lagi. Mayat-mayat korban dievakuasi keluar dan dibaringkan di luar gedung. Tidak jauh dari tempat itu, sekelompok orang terlihat memeriksa daftar korban luka-luka yang ditempel di dinding. Keluarga korban yang ingin mengetahui keadaan kerabat mereka dapat melihat daftar yang ditulis dengan tulisan tangan itu. Menurut sejumlah sandera yang selamat, mereka ditahan tanpa makanan maupun minuman.

Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, keadaan di lokasi penyanderaan dinyatakan aman. Presiden Rusia Vladimir Putin mendatangi lokasi kejadian dan langsung menuju ke rumah sakit, tempat para korban penyanderaan selamat dirawat.

Tragedi Beslan itu langsung mendapat reaksi dari luar negeri. Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Rusia serta keluarga korban. Kanselir Jerman Gerhard Schroeder secara resmi menyampaikan ucapan dukacita itu. Schroeder mengatakan, tujuan-tujuan politis tidak akan dapat dicapai dengan cara-cara terorisme. Kamis silam, Schroeder telah menelepon Putin dan menawarkan bantuan kemanusiaan dalam menghadapi krisis sandera itu. Ia menawarkan sebuah jet Angkatan Udara Jerman untuk digunakan sebagai rumah sakit terbang.

Menteri Luar Negeri Belanda Ben Bot menyebut insiden itu sebagai salah satu tragedi kemanusiaan paling parah di Eropa. Karena itu, segala upaya harus dilakukan untuk memberantas terorisme. Atas nama 25 negara Uni Eropa, Bot menyampaikan belasungkawa kepada Putin dan keluarga korban. Bot menekankan bahwa musibah itu membawa pesan perlunya Rusia meninjau kembali upayanya dalam menyelesaikan konflik di Chechnya.

Presiden Amerika Serikat George Walker Bush juga mengungkapkan hal serupa. Bush menyampaikan hal itu saat kampanye pemilihan presiden di Wisconsin, AS. Dari Washington D.C., Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Richard Boucher menyatakan, Gedung Putih mengutuk penyanderaan tersebut. Ia menyebut aksi itu sebagai tindakan barbar dari terorisme yang tidak akan pernah dapat dibenarkan.(DEN/Yoh)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya