Bentrokan di Kampus UNM, Tiga Mahasiswa Tertembak

Sekelompok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, Sulsel, membakar baliho dan menyerang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra. Tiga mahasiswa sastra tertembak dan dua tersangka ditangkap.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Agustus 2004, 02:17 WIB
Liputan6.com, Makassar: Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan, kembali ricuh, Ahad pagi buta. Rizal, Hardy, dan Haeruddin, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra UNM terkena tembakan senjata api rakitan. Diduga keras penembak adalah sesama mahasiswa. Hingga Senin (30/8) malam, Kampus UNM di Jalan Dg Tata, Parangtambung, Makassar, masih dijaga ketat personel Kepolisian Resor Kota Makassar Timur.

Ribut-ribut pecah menjelang pelaksanaan orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) bagi mahasiswa baru. Kerusuhan bermula saat sekelompok mahasiswa yang diduga berasal dari Fakultas Teknik UNM membakar baliho yang dipasang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra. Tak cukup sampai di situ, kawanan ini juga menyerang sehingga para mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra kocar-kacir menyelamatkan diri. Saat itulah, Rizal, Hardy, dan Haeruddin tersungkur setelah terdengar ledakan papporo, senjata api rakitan tradisional. Hingga kini, ketiga korban masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

Jajaran Polresta Makassar Timur sudah mengidentifikasi empat orang yang diduga dalang penyerbuan. Dua di antaranya sudah ditangkap. Belum diketahui motif penyerangan dan penembakan. Kurang lebih enam puluh personel Polresta Makassar Timur telah disebar di seputar lokasi kampus. Selain menjaga kampus, polisi juga menyisir dan menangkap mahasiswa yang diduga terlibat bentrokan. Untuk menghindari perang susulan, pihak rektorat akan memindahkan lokasi orientasi mahasiswa baru dari Kampus UNM Parantambung ke Kampus UNM Gunungsari Baru.

Baku serang antarmahasiswa memang kerap terjadi di perguruan tinggi pelat merah ini. Februari tahun kemarin, misalnya, mahasiwa teknik dan satra juga bentrok. Kedua kelompok menggunakan berbagai jenis senjata tajam plus senjata api rakitan. Tujuh mahasiswa luka parah tertusuk busur dan terkena lemparan batu. Beberapa fasilitas kampus seperti ruang kuliah dan Kantor Senat Fakultas Teknik berantakan dalam keributan ini [baca: Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Tawuran].(TNA/Muhammad Takbir dan Iwan Taruna)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya