Liputan6.com, Medan: Mariana dan Mariani, bayi kembar siam dempet di bagian perut putri warga Nanggroe Aceh Darussalam, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Adam Malik, Medan, Sumatra Utara. Di sana, putri dari keluarga tidak mampu ini akan menjalani operasi pemisahan. Kini, Mariana-Mariani dalam perawatan intensif di ruang perawatan khusus. Demikian informasi yang diperoleh SCTV dari RSU Adam Malik, baru-baru ini.
Mariana-Mariani lahir melalui operasi caesar di RSU Cut Nyak Dien, Langsa, Aceh Timur, 21 Agustus 2004. Mereka adalah putri pasangan Syaiful Bahri dan Siti Aisyah, warga Desa Suka Dame, Langsa. Karena terbatasnya fasilitas peralatan RSU Cut Nyak Dien, anak ke-4 ini dibawa ke Medan untuk menjalani operasi. Siti Aisyah merasa bersyukur dikaruniai bayi kembar siam ini. Namun ia bingung untuk merawat dan membiayai operasi karena suaminya sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh pengangkut buah sawit.
Pihak RSU Adam Malik sudah menunjuk dokter Guslihan Dasa Tjipta untuk menangani operasi pemisahan. Menurut Guslihan, dari pemeriksaan sementara diketahui Mariana-Mariani memiliki organ tubuh yang normal. Hanya perutnya saja yang dempet. Guslihan mengatakan, Mariana-Mariani memiliki jantung masing-masing termasuk rongga mulut dan dua kelamin perempuan.
Kasus bayi kembar siam ini memang bukan yang pertama kali di Indonesia. Beberapa di antaranya telah berhasil dipisahkan. Februari silam, tim dokter dari RSU Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta, berhasil memisahkan bayi kembar siam Siti Maryati dan Siti Maryani [baca: Kembar Siam asal Wonogiri Sudah Dipisahkan]. Operasi pemisahan yang sempat tertunda hampir tiga pekan itu, hanya memerlukan waktu 40 menit.(DEN/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
Mariana-Mariani lahir melalui operasi caesar di RSU Cut Nyak Dien, Langsa, Aceh Timur, 21 Agustus 2004. Mereka adalah putri pasangan Syaiful Bahri dan Siti Aisyah, warga Desa Suka Dame, Langsa. Karena terbatasnya fasilitas peralatan RSU Cut Nyak Dien, anak ke-4 ini dibawa ke Medan untuk menjalani operasi. Siti Aisyah merasa bersyukur dikaruniai bayi kembar siam ini. Namun ia bingung untuk merawat dan membiayai operasi karena suaminya sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh pengangkut buah sawit.
Pihak RSU Adam Malik sudah menunjuk dokter Guslihan Dasa Tjipta untuk menangani operasi pemisahan. Menurut Guslihan, dari pemeriksaan sementara diketahui Mariana-Mariani memiliki organ tubuh yang normal. Hanya perutnya saja yang dempet. Guslihan mengatakan, Mariana-Mariani memiliki jantung masing-masing termasuk rongga mulut dan dua kelamin perempuan.
Kasus bayi kembar siam ini memang bukan yang pertama kali di Indonesia. Beberapa di antaranya telah berhasil dipisahkan. Februari silam, tim dokter dari RSU Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta, berhasil memisahkan bayi kembar siam Siti Maryati dan Siti Maryani [baca: Kembar Siam asal Wonogiri Sudah Dipisahkan]. Operasi pemisahan yang sempat tertunda hampir tiga pekan itu, hanya memerlukan waktu 40 menit.(DEN/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)