Liputan6.com, Jakarta: Kompleks Perumahan Siliwangi di Jalan Senen, Jakarta Pusat, dilempari batu oleh puluhan orang tak dikenal, Kamis (26/8) siang. Ulah para perusuh yang datang membawa berbagai senjata tajam ini membuat kaca jendela 14 rumah hancur berkeping-keping. Dua warga dan dua pegawai Departemen Keuangan juga terluka dalam penyerangan ini.
Aparat keamanan segera berjaga-jaga di bekas Kompleks Siliwangi. Meski begitu, beberapa penghuni memilih mengungsi. Mereka khawatir terjadi aksi susulan. Namun, hingga tadi malam, kecemasan itu tidak terbukti. Aparat keamanan juga sudah mengurangi personel dari 70 menjadi 30 orang.
Warga menduga serbuan mendadak itu berkaitan dengan unjuk rasa yang mereka lakukan ke Depkeu kemarin. Bekas Kompleks Siliwangi ini sudah menjadi sengketa sejak awal 80-an. Pada 1984, pasukan TNI pernah menggusur lahan itu. Namun, ketika reformasi bergulir empat tahun kemudian, warga membangun kembali perumahan di sini. Hingga kini, status lahan masih dalam pemeriksaan Pengadilan Tata Usaha Negara [baca: Pansus Tanah Berdialog dengan Warga Kompleks Siliwangi].(TNA/Aprilia Melissa dan Bondan Winarno)
Aparat keamanan segera berjaga-jaga di bekas Kompleks Siliwangi. Meski begitu, beberapa penghuni memilih mengungsi. Mereka khawatir terjadi aksi susulan. Namun, hingga tadi malam, kecemasan itu tidak terbukti. Aparat keamanan juga sudah mengurangi personel dari 70 menjadi 30 orang.
Warga menduga serbuan mendadak itu berkaitan dengan unjuk rasa yang mereka lakukan ke Depkeu kemarin. Bekas Kompleks Siliwangi ini sudah menjadi sengketa sejak awal 80-an. Pada 1984, pasukan TNI pernah menggusur lahan itu. Namun, ketika reformasi bergulir empat tahun kemudian, warga membangun kembali perumahan di sini. Hingga kini, status lahan masih dalam pemeriksaan Pengadilan Tata Usaha Negara [baca: Pansus Tanah Berdialog dengan Warga Kompleks Siliwangi].(TNA/Aprilia Melissa dan Bondan Winarno)